Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jukir dan Wisatawan Sama-Sama Khawatir soal Parkir saat Malioboro Full Pedestrian, Pendapatan Turun-Minimnya Lahan Jadi Alasan

Yusuf Bastiar • Rabu, 8 Juli 2026 | 05:00 WIB
LENGANG: Wisatawan melewati kawasan pedestrian Jalan Malioboro, Kota Jogja Selasa (7/7). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
LENGANG: Wisatawan melewati kawasan pedestrian Jalan Malioboro, Kota Jogja Selasa (7/7). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

JOGJA - Rencana Malioboro menjadi kawasan full pedestrian pada November mendatang membawa harapan akan ruang wisata yang lebih nyaman. Namun di balik rencana penataan tersebut, ada kekhawatiran yang dirasakan para juru parkir (jukir) di sirip-sirip Jalan Malioboro. 

Mereka mulai menghitung kemungkinan berkurangnya pendapatan seiring akses kendaraan bermotor yang bakal semakin dibatasi. Sementara persoalan kantong parkir hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah. "Kalau nanti masih boleh parkir kami bersyukur. Tapi tetap ada kekhawatiran pendapatan berkurang karena kendaraan bermotor masuk ke Malioboro dibatasi," lontar jukir di kawasan sirip Jalan Malioboro yang enggan disebutkan namanya Selasa (7/7).

Baca Juga: Kim Jeffrey Senang dengan Banyaknya Rumor Pemain Dikaitkan dengan PSS Sleman

Dia menilai, parkir sepeda motor masih memiliki peluang bertahan. Lantaran lokasinya berada di sirip jalan yang hanya berjarak sekitar 10-30 meter dari Malioboro. Berbeda dengan parkir mobil. "Yang lebih sulit nanti parkir mobil karena memang lahannya terbatas," sambungnya.

Menurutnya, persoalan utama kawasan Malioboro sejak lama adalah minimnya kantong parkir. Baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Selama ini, kata dia, sebagian kebutuhan parkir ditopang lahan milik warga yang telah mengantongi izin resmi dari Dinas Perhubungan DIY.

Baca Juga: Yudha Kusuma Putera Berhasil Sabet Hasselblad Masters 2026, Tunjukkan Gunungan Sampah dari Balik Punggung Sapi

"Kami juga setiap bulan menyetor retribusi parkir. Jadi kalau nanti pedestrian penuh diterapkan, khawatirnya pendapatan turun," keluhnya.

Dia juga mempertanyakan kemungkinan penambahan kantong parkir baru oleh pemerintah. Menurutnya, keterbatasan lahan di sekitar Malioboro menjadi tantangan tersendiri. "Kalau mau menambah kantong parkir, lahannya di mana? Harga sewa lahan di sekitar Malioboro juga sangat mahal," sebutnya.

Baca Juga: Menuju Klub yang Lebih Mandiri, PSIM Jogja Kejar Training Ground Permanen

Terbatasnya lahan parkir di area Malioboro juga turut dirasakan wisatawan asal Sumedang Rizal Nugraha. Dia mengaku, sempat kesulitan mendapatkan tempat parkir saat berkunjung ke Malioboro bersama keluarganya. Dia pun terpaksa menurunkan keluarganya di tengah jalan. Rizal baru mendapatkan lokasi parkir setelah 30 menit berkeliling. "Dapat di Malioboro Mall. Memang cukup sulit mencari parkir mobil yang dekat dengan Malioboro," keluhnya saat ditemui di Teras Malioboro 2.

Menurut Rizal, keterbatasan kantong parkir menjadi kendala bagi wisatawan yang datang bersama keluarga. Terlebih jika membawa orang tua. Sehingga membutuhkan lokasi parkir yang dekat dengan kawasan wisata.

Baca Juga: Belum Resmikan Satupun Pemain, Van Gastel Masih Tutup Rapat Daftar Buruan PSIM untuk Musim Depan

Dia berharap penataan Malioboro ke depan juga diimbangi dengan penyediaan kantong parkir yang memadai agar kenyamanan wisatawan tetap terjaga. “Kalau wisatawan seperti saya pengennya ada kantong parkir yang aksesnya dekat dengan Malioboro,” harapnya. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#full pedestrian #Jalan Malioboro #jukir #Malioboro #Parkir