Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Imbauan! Nelayan Tunda Melaut, BMKG Yogyakarta Deteksi Kemunculan Siklon Bavi sebabkan Gelombang Tinggi 

Iwan Nurwanto • Senin, 6 Juli 2026 | 20:34 WIB
TERLIHAT BERDAMPAK: Wisatawan sedang menikmati suasana di Pantai Baru, Kamis (2/7/2026).  Hari pertama penerapan penurunan retribusi masuk pantai mendongkrak kunjungan wisatawan. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
TERLIHAT BERDAMPAK: Wisatawan sedang menikmati suasana di Pantai Baru, Kamis (2/7/2026). Hari pertama penerapan penurunan retribusi masuk pantai mendongkrak kunjungan wisatawan. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan terhadap ancaman gelombang tinggi. Hal tersebut menyusul kemunculan siklon tropis Bavi.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Feriomex Hutagalung mengatakan, fenomena pusaran angin itu terdeteksi di Samudera Pasifik utara Papua. Mengakibatkan pola angin timuran mendominasi di sebagian besar wilayah Pulau Jawa.

Kondisi tersebut memungkinkan adanya potensi gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter. Sehingga, Feri mengimbau agar wisatawan tidak berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai.

Baca Juga: Pedagang Malioboro Jogja Waswas  jelang Penerapan Full Pedestrian; Persulit Akses Wisatawan, Omzet Turun

“Nelayan dan pelaku aktivitas kelautan kami juga minta mempertimbangkan untuk menunda melaut apabila kondisi cuaca tidak aman,” ujar Feri dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Selain mewaspadai potensi gelombang tinggi, menurutnya masyarakat juga harus berhati-hati terhadap kondisi cuaca panas pada siang hari.

Lantaran kelembaban udara saat ini cukup rendah dan membuat pembentukan awan konvektif kurang signifikan.

Baca Juga: Jelang Penerapan Full Pedestrian, Pedagang Resah Omzet Turun: Berharap Pemerintah Lakukan Ini

Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu udara di Jogjakarta pada siang hari rata-ratanya mampu mencapai maksimal 32 derajat Celcius. Tutupan awan yang semakin sedikit membuat sinar matahari semakin terik.

“Antisipasi kondisi cuaca panas pada siang hari dengan menjaga kecukupan asupan cairan dan membatasi kegiatan luar ruangan yang tidak diperlukan,” pesannya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Siklon Bavi #Tunda Melaut #bmkg yogyakarta #Nelayan #gelombang tinggi