JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan terhadap ancaman gelombang tinggi. Hal tersebut menyusul kemunculan siklon tropis Bavi.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Feriomex Hutagalung mengatakan, fenomena pusaran angin itu terdeteksi di Samudera Pasifik utara Papua. Mengakibatkan pola angin timuran mendominasi di sebagian besar wilayah Pulau Jawa.
Kondisi tersebut memungkinkan adanya potensi gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter. Sehingga, Feri mengimbau agar wisatawan tidak berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai.
“Nelayan dan pelaku aktivitas kelautan kami juga minta mempertimbangkan untuk menunda melaut apabila kondisi cuaca tidak aman,” ujar Feri dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Selain mewaspadai potensi gelombang tinggi, menurutnya masyarakat juga harus berhati-hati terhadap kondisi cuaca panas pada siang hari.
Lantaran kelembaban udara saat ini cukup rendah dan membuat pembentukan awan konvektif kurang signifikan.
Baca Juga: Jelang Penerapan Full Pedestrian, Pedagang Resah Omzet Turun: Berharap Pemerintah Lakukan Ini
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu udara di Jogjakarta pada siang hari rata-ratanya mampu mencapai maksimal 32 derajat Celcius. Tutupan awan yang semakin sedikit membuat sinar matahari semakin terik.
“Antisipasi kondisi cuaca panas pada siang hari dengan menjaga kecukupan asupan cairan dan membatasi kegiatan luar ruangan yang tidak diperlukan,” pesannya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita