Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Tawarkan Perubahan Rute JLFR saat Musim Liburan; Jangan Sampai Orang Tak Bisa Menikmati Jogja karena Terlalu Banyak Sepeda 

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 2 Juli 2026 | 20:14 WIB
Pengendara motor berhenti sejenak menunggu rombongan pesepeda lewat saat gelaran Jogja Last Friday Ride (JLFR). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Pengendara motor berhenti sejenak menunggu rombongan pesepeda lewat saat gelaran Jogja Last Friday Ride (JLFR). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
 

 

JOGJA - Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan merespons ramainya polemik pelarangan kegiatan Jogja Last Friday Ride (JLFR) masuk ke kawasan Malioboro. Pemkot menawarkan adanya perubahan rute.

Wawan menegaskan, pemkot tidak melarang kegiatan bersepeda di kawasan Malioboro. 

Baca Juga: Hanif Sjahbandi Diisukan Bergabung ke PSS  Sleman

Namun lebih kepada mengajak para penggiat pesepeda dalam JLFR saling menghormati pengguna jalan dan wisatawan yang ingin menikmati Jogja di masa liburan.

"Jangan sampai orang mau masuk Jogja karena pengen menikmati wisata, justru tidak bisa menikmati karena terlalu banyaknya sepeda di  jalan," ujar Wawan saat ditemui di ruangannya, Kamis (2/7/2026).

Politisi berlatar belakang pengusaha itu menegaskan, pemkot sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan para penggiat sepeda JLFR. 

Baca Juga: Yuliana Tasno Ungkap Fokus Jangka Panjang PSIM Jogja, Bangun Youth Development demi Masa Depan Klub

Termasuk menawarkan koordinasi yang lebih baik supaya kegiatan tersebut tidak hanya terpusat di kawasan Malioboro.

Sebagai solusi, ia mengusulkan adanya perubahan alur rute bersepeda di Embung Giwangan. 

Lokasi ini ditawarkan karena memiliki ruang cukup luas dan ikonik, serta bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.

"Kalau memang bisa seperti itu (JLFR di Embung Giwangan), kita pemerintah kota bisa memberikan pas hari Jumat terakhir hiburan-hiburan di sana,”  jelas Wawan.

Dengan langkah itu, dia  berharap kemeriahan di Kota Jogja tidak hanya terpusat di Malioboro.

Namun juga merata ke berbagai sudut kota. Serta bisa memberikan dampak ekonomi dengan melibatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk berjualan di titik baru tersebut.

Baca Juga: Masih di Jepang, Yusaku Yamadera Ungkap Negosiasi dan Pembaruan Nilai Kontrak dengan PSIM Jogja Belum Rampung
Wawan menegaskan, secara prinsip Pemkot Jogja sangat mendukung antusiasme pecinta sepeda dalam kegiatan JLFR.

 Namun dia ingin ada koordinasi yang lebih baik. Supaya tidak ada pihak yang dirugikan.


"Silakan untuk koordinasi, ketemu kami. Nanti kita coba rancang bersama agar kegiatannya tetap meriah, tertib, dan berdampak positif bagi semua pihak," tandasnya. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Jogja Last Friday Ride JLFR #Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan #UMKM #Embung Giwangan #Malioboro