JOGJA - Antusiasme para orang tua calon siswa (ortu casis) mendaftarkan anaknya di SMPN 5 Jogja, Senin (29/6) cukup tinggi. Sebagian orang tua bahkan rela antre sejak Subuh agar bisa lebih dahulu melakukan verifikasi berkas.
Miftahul Huda, salah satu orang tua siswa mengungkapkan sejak subuh sudah banyak orang tua yang menunggu di gerbang sekolah. Padahal pendaftaran atau verifikasi berkas baru dilayani pukul 08.00.
Alasan datang pagi-pagi tidak lain untuk mencari nomor antrean kecil. Meskipun sudah datang lebih awal, ia mendapatkan nomor antrean 33 dan harus menunggu selama kurang lebih lima jam untuk menyelesaikan proses verifikasi berkas.
“Dari pagi sudah ramai. Banyak yang sudah siap-siap sejak pukul 05.00. Karena pengalaman kakaknya juga antre sampai siang,” ujar Miftahul saat ditemui di sela pendaftaran, Senin.
Orang tua siswa asal Kemantren Kotagede ini sengaja memilih SMPN 5 Jogja demi menuruti keinginan anaknya. Anak ketiganya memiliki bekal nilai tes kemampuan akademik (TKA) 284. Sehingga yakin bisa diterima di sekolah berjuluk Pawitikra itu.
Selama menjalani proses pendaftaran sejak pagi hingga sekitar pukul 11.30, Miftahul mengaku tidak menghadapi kendala. Berbeda dengan SPMB tahun lalu ketika anak keduanya mendaftar di SMPN 8 Jogja, kala itu website resmi pendaftaran sempat mengalami gangguan server. "Kalau sekarang lancar, tidak ada gangguan server down,” ungkapnya.
Orang tua lain asal Kelurahan Kotabaru, Oda mengaku sudah menyiapkan berkas pendaftaran sejak pukul 04.45 dan tiba di SMPN 5 Jogja pukul 05.00. Dia pun optimistis anaknya bisa diterima dengan bekal nilai TKA 258. “Nilainya juga lumayan tinggi, sehingga kami yakin saja,” terangnya.
Baca Juga: Dua Hari, Kunjungan Pantai di Gunungkidul Tembus 100 Ribu Orang
Berbeda dengan orang tua lain, Ririn Hendriani, salah satu orang tua calon siswa asal Kampung Pajeksan, Kemantren Gedongtengen justru datang sekitar pukul 10.00. Ririn yang datang agak siang ini mengaku terkejut dengan antusiasme pendaftar SMPN 5 Jogja yang membeludak.
Namun dia tetap optimistis anaknya bisa diterima. Karena berdasar perhitungan nilai gabungan TKA dan rapor, anaknya memiliki peluang yang cukup kompetitif. Dia juga telah menyiapkan SMPN 8 Jogja sebagai pilihan kedua jika memang tidak bisa diterima di SMPN 5 Jogja .
"Anak saya nilai bahasa Indonesia 100, IPA 90, dan Matematikanya 83. Kalau digabung (dengan nilai rapor) sekitar 280-an,” beber Ririn.
Berdasar pantauan, tahun ini SMPN 5 Jogja membuka lima loket pendaftaran. Antusiasme pendaftar membeludak. Bahkan hampir memenuhi aula sekolah yang menjadi lokasi verifikasi berkas.
Kepala Sekolah SMPN 5 Jogja Siti Arina Budiastuti menyatakan, pada SPMB tahun ini pihaknya memang mengambil kebijakan berbeda. Tahun lalu lokasi pendaftaran dipusatkan di halaman sekolah sisi selatan. Namun tahun ini dipindahkan ke aula sekolah yang berada di sisi utara untuk mempertimbangkan aspek kenyamanan bagi orang tua calon siswa.
Arina, sapaannya, mengungkapkan, pada hari pertama pelayanan verifikasi berkas untuk jalur domisili daerah dan jalur Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSPJS) cukup banyak. Antrean orang tua siswa mencapai sekitar 300 orang.
Sementara kuota untuk jalur domisili daerah sebayak 108 siswa dan KSJPS 48 siswa. Total kuota dua jalur itu hampir separo dari kapasitas sekolah yang mencapai 320 siswa.
Menurutnya, para orang tua memilih datang sejak pagi buta untuk mengejar waktu pendaftaran. Sebab jika ada calon siswa yang memiliki nilai minimal sama, maka pihak sekolah akan menerima siswa yang melakukan verifikasi berkas terlebih dahulu.
Pada jalur domisili daerah tahun ini, Siti menyebut kompetisi nilai TKA sulit diprediksi. Namun berdasarkan data tahun lalu, nilai rata-rata TKA yang diterima di SMPN 5 Jogja berada di kisaran 250 atau masing-masing mata pelajaran memiliki nilai minimal 80. "Untuk pelayanan (jalur domisili daerah dan KSPJS) kami buka sampai besok (Selasa, Red)," beber Arina. (inu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita