Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Marak Bentor Parkir Sembarangan di Pinggir Jalan Malioboro, Dikeluhkan Warga Bikin Macet: Begini Katanya!

Iwan Nurwanto • Jumat, 26 Juni 2026 | 19:52 WIB
Sejumlah pengemudi becak motor mangkal di tepi jalan kawasan Malioboro, Kota Jogja, Jumat (26/6/2026). Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di kawasan Malioboro menjadi tersendat. GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
Sejumlah pengemudi becak motor mangkal di tepi jalan kawasan Malioboro, Kota Jogja, Jumat (26/6/2026). Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di kawasan Malioboro menjadi tersendat. GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

JOGJA - Aktivitas becak motor (bentor) kembali dikeluhkan masyarakat. Kali ini karena ulah pengemudi yang nekat memarkirkan armadanya di bahu Jalan Malioboro.

Pantauan Radar Jogja Jumat (26/6/2026), bentor yang parkir liar cukup banyak.  Mayoritas berada di depan Plaza Malioboro. Namun tidak sedikit pula yang ada di depan Pasar Beringharjo. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan tersendat.

Hal tersebut menjadi permasalahan bagi pengguna jalan, Ahmad Kurnianto misalnya. Warga Kemantren Wirobrajan yang sempat melintas di Jalan Malioboro ini mengaku cukup terganggu dengan kehadiran bentor yang berhenti di bahu jalan.

Baca Juga: Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Susur Sungai dan Arung Jeram, Sedimen Sungai Code Mulai Dikeruk

Hal itu karena dirasa menyulitkan kendaraan roda empat melintas. Terlebih di tengah kondisi lalu lintas yang padat. Kurnianto menilai aktivitas bentor yang berhenti sembarangan itu seharusnya ditertibkan.

“Karena setahu saya bahu jalan kan itu bukan untuk parkir kendaraan, apalagi di Jalan Malioboro yang selalu ramai,” ujar Ahmad kepada Radar Jogja, Jumat (26/6/2026).

Selain warga, seorang wisatawan asal Jawa Timur bernama Budiyanto juga mengeluhkan kehadiran bentor yang berhenti di pinggir jalan. Sebab mengganggu estetika pedestrian yang sudah tertata rapi.

Baca Juga: Soal Penggeledahan Kejati di Kantornya, Sebut Masih Berkoordinasi dan Siap Ikuti Proses sesuai Regulasi

Menurutnya, sebagai ikon wisata, Malioboro seharusnya dibuat bagus dan nyaman bagi pejalan kaki. Dia menilai kehadiran bentor yang berhenti di pinggir jalan juga mengurangi keindahan untuk berfoto-foto.

“Harusnya ada tempat khusus buat mereka, jangan langsung di pinggir jalan utama seperti ini,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho menyatakan, penanganan di Malioboro melibatkan tim khusus. Mulai dari tim Dinas Perhubungan DIY dan petugas Jogoboro.

Baca Juga: Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Branch Office Bantul Salurkan KUR Rp1.2 T di Hingga Mei 2026

Arif mengaku akan segera berkoordinasi dengan tim khusus tersebut untuk melakukan penghalauan.

Mantan Camat Gondomanan itu juga tidak menampik aktivitas bentor yang parkir di Jalan Malioboro memang cukup marak. Sehingga perlu kesadaran dari pemilik kendaraan.

“Kalau pas area cekungan Malioboro sudah penuh, jadinya seperti itu (parkir di pinggir jalan), memang harus sering diingatkan,” terang Arif. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Jalan Malioboro #Dishub Kota Jogja #bentor #bikin macet #parkir sembarangan