JOGJA - Aktivitas becak motor (bentor) kembali dikeluhkan masyarakat. Kali ini karena ulah pengemudi yang nekat memarkirkan armadanya di bahu Jalan Malioboro.
Pantauan Radar Jogja Jumat (26/6/2026), bentor yang parkir liar cukup banyak. Mayoritas berada di depan Plaza Malioboro. Namun tidak sedikit pula yang ada di depan Pasar Beringharjo. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan tersendat.
Hal tersebut menjadi permasalahan bagi pengguna jalan, Ahmad Kurnianto misalnya. Warga Kemantren Wirobrajan yang sempat melintas di Jalan Malioboro ini mengaku cukup terganggu dengan kehadiran bentor yang berhenti di bahu jalan.
Baca Juga: Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Susur Sungai dan Arung Jeram, Sedimen Sungai Code Mulai Dikeruk
Hal itu karena dirasa menyulitkan kendaraan roda empat melintas. Terlebih di tengah kondisi lalu lintas yang padat. Kurnianto menilai aktivitas bentor yang berhenti sembarangan itu seharusnya ditertibkan.
“Karena setahu saya bahu jalan kan itu bukan untuk parkir kendaraan, apalagi di Jalan Malioboro yang selalu ramai,” ujar Ahmad kepada Radar Jogja, Jumat (26/6/2026).
Selain warga, seorang wisatawan asal Jawa Timur bernama Budiyanto juga mengeluhkan kehadiran bentor yang berhenti di pinggir jalan. Sebab mengganggu estetika pedestrian yang sudah tertata rapi.
Menurutnya, sebagai ikon wisata, Malioboro seharusnya dibuat bagus dan nyaman bagi pejalan kaki. Dia menilai kehadiran bentor yang berhenti di pinggir jalan juga mengurangi keindahan untuk berfoto-foto.
“Harusnya ada tempat khusus buat mereka, jangan langsung di pinggir jalan utama seperti ini,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho menyatakan, penanganan di Malioboro melibatkan tim khusus. Mulai dari tim Dinas Perhubungan DIY dan petugas Jogoboro.
Arif mengaku akan segera berkoordinasi dengan tim khusus tersebut untuk melakukan penghalauan.
Mantan Camat Gondomanan itu juga tidak menampik aktivitas bentor yang parkir di Jalan Malioboro memang cukup marak. Sehingga perlu kesadaran dari pemilik kendaraan.
“Kalau pas area cekungan Malioboro sudah penuh, jadinya seperti itu (parkir di pinggir jalan), memang harus sering diingatkan,” terang Arif. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita