Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SPMB Hari Pertama di SMPN 6 Jogja, Ortu Calon Siswa Masih  Kebingungan karena Gaptek

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 22 Juni 2026 | 19:45 WIB
Sejumlah calon murid baru didampingi orangtua melakukan pendaftaran saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 6 Kota Jogja, Senin (22/6/2026). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Sejumlah calon murid baru didampingi orangtua melakukan pendaftaran saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 6 Kota Jogja, Senin (22/6/2026). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

JOGJA - SMP negeri di Kota Jogja mulai melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi umum, Senin (22/6). Di SMPN 6 Jogja, sejumlah orang tua diketahui masih kebingungan dengan model pendaftaran yang diterapkan.


Pantauan Radar Jogja, beberapa orang tua tampak sibuk berkonsultasi dengan  petugas SPMB. Tidak sedikit pula yang mondar-mandir karena belum melengkapi sejumlah berkas pendaftaran.

Baca Juga: Mahasiswa Muhammadiyah Gelar Tapa Pepe di Titik Nol Jogja, Tuntut Evaluasi MBG, KDMP, dan Hentikan Militerisasi di Ruang Sipil


Salah satu orang tua calon siswa, Titik mengatakan SPMB tahun ini dirasa  cukup rumit. Lantaran orang tua atau pendamping siswa harus menjalani serangkaian prosedur yang cukup menguras waktu dan tenaga.


“Kalau SPMB tahun ini itu sedikit agak ribet ya. Istilahnya harus aktivasi  akun, verifikasi, terus orang tua harus hadir ke verifikasi akunnya ke sekolah tujuan pertama," ujar Titik saat ditemui di sela pendaftaran.

Baca Juga: Mahasiswa Tapa Pepe di Titik Nol Kilometer, Tuntut Evaluasi Program MBG-KDMP dan Hentikan Militerisasi di Ruang Sipil


Warga Pogung, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman itu pun menyebut ada kendala lain yang dihadapi oleh orang tua calon siswa. Misalnya birokrasi yang panjang apabila anak menghadapi kemungkinan terburuk seperti gagal diterima pada sekolah pilihan.


Menurut Titik, proses pencabutan berkas cukup menjadi kendala karena orang tua calon siswa harus menunggu pengumuman dari sekolah. Dia khawatir kebijakan itu membuat waktu calon siswa semakin mepet untuk mencari sekolah pengganti apabila tidak diterima.

Baca Juga: Respons Orang Tua Kala MBG Diliburkan: Ada yang Minta Diuangkan, hingga Berharap Dialihkan untuk Sarana Pendidikan


Selain alur verifikasi, masalah teknis seperti pengajuan dan pemasukan token  pendaftaran juga menjadi kendala tersendiri. Terkhusus bagi orang tua yang tidak terbiasa dengan sistem digital, istilah-istilah teknis sering mendatangkan kebingungan baru.


"Kalau untuk yang pintar digitalisasi lebih mudah sekarang. Cuman kalau orang kayak orang kampung atau orang yang gaptek tuh sulit,” jelas Titik.
Orang tua calon siswa lain, Yoseph pun menghadapi kendala sama. Bahkan awalnya orang tua dari calon siswa asal MIN 1 Sleman ini sempat cemas jika menghadapi proses pendaftaran secara digital.

Baca Juga: SPMB Hari Pertama di SMPN 6 Jogja, Ortu Calon Siswa Masih Kebingungan karena Gaptek


Namun dia merasa lebih lega karena panitia SPMB di SMPN 6 Jogja bisa menjelaskan secara rinci terkait persyaratan administratif yang harus dipenuhi oleh orang tua calon siswa. Sehingga bayangan awal mengenai rumitnya sistem online pun bisa teratasi.


"Kalau kendalanya itu dari kita, karena gaptek. Mungkin bayangan kita karena  online, itu orang udah di sininya (pikiran) udah bingung,” jelas Yoseph.


Sementara itu, Panitia SPMB SMPN 6 Jogja Eka Kuswanti menyatakan, berbagai syarat administrasi pendaftaran calon siswa baru sudah dijelaskan lewat pengumuman yang terpampang di area sekolah. Namun dia tidak menampik ada sebagian orang tua yang masih kebingungan.

Baca Juga: Bupati Bantul Beri Respons atas Kasus Perundungan di SMAN 2 Bantul yang Viral di Medsos: Harus Jadi Peristiwa Terakhir!


Beberapa kendala teknis yang paling sering dikeluhkan, antara lain, banyak orang tua yang masih bingung mencari menu untuk mengubah urutan atau pilihan sekolah yang dituju. Kemudian sebagian orang tua ada yang tidak tahu mengenai menu mana yang harus diklik untuk mencetak bukti ajuan akun setelah selesai melakukan pengisian data.


Selain kendala sistem digital, posko PPDB SMPN 6 Jogja juga mencatat adanya fenomena orang tua murid yang terpaksa harus pulang-pergi atau bolak-balik ke sekolah. Hal itu terjadi akibat kurangnya ketelitian dalam mempersiapkan berkas fisik yang akan diverifikasi.

Baca Juga: Siswa di Bantul Sebut Nilai Gabungan Baik Diterapkan di SPMB SMA, karena Bukan Hanya Mempertimbangkan Jarak tapi juga Nilai


Seperti beberapa orang tua hanya membawa salinan Kartu Keluarga (KK). Padahal pihak sekolah mewajibkan menunjukkan KK asli untuk validasi data. Lalu panitia juga menemui permasalahan calon siswa yang belum membawa sertifikat Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) karena belum menerima dari sekolah asal.


Berdasarkan pendataan hingga pukul 12.00, SMPN 6 Jogja diketahui sudah menerima pendaftaran dari 48 siswa. Menariknya, mayoritas calon siswa baru berasal dari luar Kota Jogja seperti Sleman, Bantul, Solo dan Kalimantan. 

Baca Juga: Cegah Putus Sekolah, Pemkot Magelang Berikan Beasiswa untuk 200 Mahasiswa Masing-Masing Dapat Rp 2,1 Juta


Sebagai informasi, proses pendaftaran melalui jalur prestasi umum di SMPN 6 Jogja dilaksanakan hingga 24 Juni 2026. Sementara pengumuman hasil kelulusan calon siswa disampaikan pada 25 Juni 2026.


"Setiap ada pendaftar, itu kami menuliskan (syaratnya) di bagian depan. Kemudian  nanti disebutkan juga berkas-berkas yang harus disiapkan saat membagikan nomor antrean. Jadi ketika nomornya dipanggil, berkasnya sudah siap dan tinggal menyerahkan saja. Tidak perlu bolak-balik," jelas Eka. (inu/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#TKAD #SMPN 6 Jogja #spmb #Calon Siswa