JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menerjunkan 8.178 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2026. Ribuan mahasiswa itu akan menjalani pengabdian selama 50 hari di 298 unit lokasi yang tersebar di 274 kecamatan, 132 kabupaten/kota, dan 32 provinsi di Indonesia.
Penerjunan mahasiswa KKN itu berlangsung di Lapangan Pancasila UGM, Jumat (19/6), dengan mengusung tema "Kedaulatan Pangan dan Penanganan Lingkungan yang Berkelanjutan".
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Prof Dr Arie Sujito mengatakan, KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk nyata komitmen UGM sebagai universitas kerakyatan.
"KKN-PPM ini salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang telah menjadi bagian dari identitas UGM dan menjadi bukti Universitas Kerakyatan," kata Arie.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami realitas sosial masyarakat serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
KKN-PPM tahun ini mencakup berbagai program, mulai dari penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan dan literasi, pengelolaan lingkungan hidup dan persampahan, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, pencegahan stunting, digitalisasi masyarakat, hingga peningkatan kapasitas menghadapi perubahan iklim dan risiko bencana.
"Anda berangkat selamat, pulang harus selamat. Jaga diri, jaga teman Anda, dan jaga persahabatan bersama rakyat," pesannya kepada para peserta KKN.
Sementara itu, Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Dr dr Rustamadji menambahkan, jumlah peserta KKN periode ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya, sementara angka mahasiswa yang mengundurkan diri juga menurun. "Alhamdulillah ini jumlahnya naik. Dan anak-anak yang mengundurkan diri lebih sedikit dibanding sebelumnya," ujarnya.
Rustamadji menjelaskan, UGM juga memperkuat aspek keselamatan mahasiswa melalui penerapan sistem Safety, Health, and Environment (SHE) di setiap kelompok KKN. "Kalau dulu tidak ada SHE di masing-masing tim, sekarang kami tambahkan SHE yang bertugas memonitor dan memitigasi risiko, apa pun risikonya," katanya.
Selain itu, UGM juga menempatkan tujuh tim KKN di Papua. Salah satu lokasi terjauh berada di Kabupaten Biak Numfor yang ditempati satu tim beranggotakan 25 mahasiswa. "Secara nasional yang paling jauh itu Biak. Satu tim dengan 25 mahasiswa," ungkapnya.
Salah seorang mahasiswa yang akan bertugas di Biak Numfor adalah Sarasvati Baktiantoro, mahasiswa Program Studi Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya UGM angkatan 2023. Bersama timnya, Saras akan menjalankan KKN di Kampung Saribra, Pulau Bromsi, Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Ia mengaku penempatan di wilayah kepulauan tersebut memang merupakan pilihan timnya sejak awal. "Itu memang keinginan dari kita sendiri. Pada akhirnya kami ditempatkan di Kampung Saribra," ujar Saras.
Tim KKN itu mengusung program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi lokal, lingkungan, dan pariwisata partisipatif. "Kami akan fokus ke community empowerment, ada infrastruktur hijau, UMKM, dan pariwisata partisipatif," katanya.
Diakui, persiapan keberangkatan telah dilakukan sejak tahun lalu. Untuk mendukung pelaksanaan program kerja, tim juga menggandeng sejumlah sponsor selain bantuan yang diberikan kampus. "Pendanaan terbesar berasal dari tim kami sendiri dan sponsorship. Selain itu UGM juga membantu secara persentase," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza yang hadir dalam upacara pelepasan meminta mahasiswa KKN turut berkontribusi dalam mendorong industrialisasi desa selama menjalankan pengabdian di masyarakat.
Menurut Faisol, desa-desa di Indonesia memiliki sumber daya dan potensi ekonomi yang besar, namun membutuhkan inovasi agar dapat berkembang menjadi kekuatan industri yang berdaya saing. "Saya hanya titip satu hal, mohon bantuan adik-adik semua untuk membantu mewujudkan cita-cita industrialisasi desa," katanya.
Ia menyebut terdapat lebih dari 14 ribu sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tersebar di berbagai daerah dan membutuhkan dukungan ide, inovasi, serta pendampingan. "Kami ingin bantuan adik-adik semua bisa memberi banyak ide, gagasan, dan bantuan langsung agar sentra industri kecil menengah ini bisa kita berdayakan," ujarnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun