Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rupiah Melemah, Komisi B DPRD Kota Jogja Desak Perhatian Pemerintah bagi Pelaku UMKM 

Iwan Nurwanto • Selasa, 16 Juni 2026 | 21:15 WIB
Pelaku UMKM
Pelaku UMKM

JOGJA - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi atensi legislatif. Lantaran kondisi tersebut berpotensi berdampak pada keberlangsungan para pelaku UMKM.

Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja Mohammad Sofyan mengatakan, di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang pemerintah harus menyiapkan langkah taktis bagi pelaku UMKM. Lantaran nilai tukar rupiah yang terus melemah akan berdampak pada harga beli bahan baku usaha.

“Secara langsung akan terdampak, apalagi yang bahan bakunya masih impor,” ujar Sofyan Selasa (16/6).

Baca Juga: Kabupaten Bantul Dapat Jatah Pupuk Subsidi 9.320 Ton Urea dan 8.902 Ton NPK, Serapan Petani Baru Sentuh 30 Persen

Politisi PAN itu mengaku, pihaknya akan terus mendorong pemerintah kota (pemkot) menyiapkan langkah-langkah strategis supaya pelaku UMKM tetap bertahan. Misalnya membantu dengan pengadaan bahan baku impor atau melalui intervensi kebijakan.

Di internal Komisi B, Sofyan juga memastikan jajarannya akan merumuskan kebijakan dan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja. Termasuk mengusulkan dukungan anggaran melalui mekanisme APBD perubahan.

“Kalau itu memang dianggap sudah sangat mendesak, pasti akan menjadi prioritas di APBD perubahan,” tegasnya.

Baca Juga: Jalur Wisata Tergolong Ekstrem, Wisata Perbukitan Menoreh Butuh Perbaikan Infrastruktur

Meskipun dapat berdampak pada keberlangsungan UMKM. Menurut Sofyan, dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak bisa dipandang sebelah mata. Kondisi tersebut justru bisa menjadi peluang karena dapat mendatangkan wisatawan mancanegara.

Oleh karena itu, dia berharap masyarakat dan pemerintah bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Senafas dengan itu, tentu diperlukan penguatan promosi wisata agar wisatawan mancanegara semakin betah dan lebih banyak menghabiskan uangnya di Kota Jogja.

“Hal itu dapat membuka kesempatan bagi UMKM berjualan, karena pasti para wisatawan asing akan berbelanja  lebih dari biasanya,” beber Sofyan. (inu)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja #dprd kota jogja #pelaku umkm #UMKM #nilai tukar rupiah