JOGJA - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi atensi legislatif. Lantaran kondisi tersebut berpotensi berdampak pada keberlangsungan para pelaku UMKM.
Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja Mohammad Sofyan mengatakan, di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang pemerintah harus menyiapkan langkah taktis bagi pelaku UMKM. Lantaran nilai tukar rupiah yang terus melemah akan berdampak pada harga beli bahan baku usaha.
“Secara langsung akan terdampak, apalagi yang bahan bakunya masih impor,” ujar Sofyan Selasa (16/6).
Politisi PAN itu mengaku, pihaknya akan terus mendorong pemerintah kota (pemkot) menyiapkan langkah-langkah strategis supaya pelaku UMKM tetap bertahan. Misalnya membantu dengan pengadaan bahan baku impor atau melalui intervensi kebijakan.
Di internal Komisi B, Sofyan juga memastikan jajarannya akan merumuskan kebijakan dan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja. Termasuk mengusulkan dukungan anggaran melalui mekanisme APBD perubahan.
“Kalau itu memang dianggap sudah sangat mendesak, pasti akan menjadi prioritas di APBD perubahan,” tegasnya.
Baca Juga: Jalur Wisata Tergolong Ekstrem, Wisata Perbukitan Menoreh Butuh Perbaikan Infrastruktur
Meskipun dapat berdampak pada keberlangsungan UMKM. Menurut Sofyan, dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak bisa dipandang sebelah mata. Kondisi tersebut justru bisa menjadi peluang karena dapat mendatangkan wisatawan mancanegara.
Oleh karena itu, dia berharap masyarakat dan pemerintah bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Senafas dengan itu, tentu diperlukan penguatan promosi wisata agar wisatawan mancanegara semakin betah dan lebih banyak menghabiskan uangnya di Kota Jogja.
“Hal itu dapat membuka kesempatan bagi UMKM berjualan, karena pasti para wisatawan asing akan berbelanja lebih dari biasanya,” beber Sofyan. (inu)