Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SPMB SMP Kota Jogja Bergulir, Orang Tua Siswa Siapkan Strategi dan Cermati Peluang Masuk Sekolah Tujuan

Fahmi Fahriza • Minggu, 14 Juni 2026 | 20:43 WIB
Orang tua calon siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja untuk mencari informasi terkait proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), Jumat (12/6/2026). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Orang tua calon siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja untuk mencari informasi terkait proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), Jumat (12/6/2026). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

JOGJA - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kota Jogja tahun ini mendorong para orang tua untuk lebih cermat mempersiapkan anak sekaligus memetakan peluang masuk sekolah tujuan. Selain memperkuat kesiapan akademik, sejumlah keluarga juga menyiapkan pilihan sekolah cadangan sebagai antisipasi ketatnya persaingan.


Salah satu tua calon siswa, Enny Yuniarti mengaku telah mempersiapkan anaknya sejak duduk di kelas 6 SD. Menurutnya, penguatan akademik menjadi fokus utama agar anak lebih siap menghadapi proses seleksi.

Baca Juga: Melihat Pendaftaran SPMB Sleman 2026 di Sleman dan Kota Jogja, Jangan Terjebak Lihat Nilai Terendah tapi Rata-ratanya 


Anaknya yang merupakan lulusan SD Muhammadiyah Kauman dan tinggal di kawasan Bugisan itu didaftarkan ke lembaga bimbingan belajar. Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD), ia juga mendorong anaknya rutin mengerjakan soal latihan.


"Pas naik kelas 6, anak saya daftarkan di bimbel. Kalau ada materi yang kurang paham, bisa tanya ke guru les. Tiga bulan terakhir sebelum ujian TKA dan TKAD juga saya minta sering kerjakan soal latihan agar terbiasa dan tidak gugup saat ujian," ujarnya kepada Radar Jogja, Sabtu (13/6).

Baca Juga: Sistem TKA Mirip NEM, namun Bukan Satu-satunya Penentu Masuk Sekolah Favorit


Enny mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam memahami mekanisme penerimaan murid baru tahun ini. Informasi diperoleh dari sekolah maupun lembaga bimbingan belajar yang mendampingi anaknya.


"Sekolah sudah memberi soft file juknis ke grup WhatsApp orang tua. Kalau ada yang kurang paham atau butuh info lebih detail, saya biasanya bertanya ke tempat bimbel anak saya," katanya.

Baca Juga: Bela MBG dan Kritik Demo Mahasiswa, Postingan Anggota DPRD DIY Ika Damayanti Tuai Pro Kontra


Menurutnya, sejauh ini informasi yang diberikan baik dari pemerintah dan sekolah cukup mudah dipahami masyarakat. "Menurut saya cukup mudah dipahami karena selain diberi juknis, kami juga mendapat penjelasan terkait proses pendaftarannya," ucapnya.


Untuk pilihan sekolah, keluarganya menetapkan SMPN 2 Jogja sebagai tujuan utama. Selain faktor lokasi yang searah dengan tempat kerjanya, kualitas pendidikan menjadi pertimbangan penting.


"Pilihan utama kami SMPN 2 karena satu arah dengan kantor saya, jadi anak bisa sekalian saya antar saat berangkat kerja," jelasnya.


Ia menambahkan, fasilitas sekolah dan kualitas pembelajaran menjadi faktor yang paling diperhatikan saat menentukan sekolah tujuan.

Baca Juga: SMK Citra Medika Kota Magelang Perkuat Teaching Factory hingga Kerja Sama dengan Jepang, Cetak Lulusan Siap Go International


"Yang paling dipertimbangkan fasilitas yang memadai dan metode pengajaran yang baik. Jadi bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu melanjutkan ke SMA favorit," ungkapnya.


Sebagai langkah antisipasi, keluarganya juga telah menyiapkan sekolah alternatif jika anaknya tidak diterima di pilihan utama. "Kami sudah menyiapkan pilihan kedua jika tidak lolos di pilihan pertama," ujarnya.


Strategi pemilihan sekolah dilakukan dengan membandingkan nilai anak terhadap data penerimaan tahun sebelumnya. "Strateginya menyesuaikan nilai anak dengan melihat data penerimaan tahun lalu. Kalau peluangnya kecil, kami siapkan sekolah lain yang klasternya di bawahnya," ungkap Enny.


Di sisi lain, Enny sempat mengalami kendala teknis saat proses aktivasi akun jalur prestasi. Padahal sesuai jadwal yang diumumkan, aktivasi akun seharusnya sudah dapat dilakukan mulai pukul 08.00.


"Saat pukul 08.00 saya coba masuk sesuai jadwal, tapi muncul keterangan bahwa aktivasi akun belum bisa dilakukan karena jadwal belum dimulai. Baru sekitar pukul 08.15 akun bisa diakses,"  tuturnya.


Meski demikian, ia menilai sistem penerimaan murid baru yang berlaku saat ini sudah cukup adil karena berjalan berdasarkan aturan yang telah ditetapkan. 
Sementara itu, orang tua calon siswa lainnya yang merupakan warga Cokrokusuman, Andre Firman, juga melakukan langkah serupa. Anaknya yang merupakan lulusan SD Negeri Jetisharjo berencana melanjutkan pendidikan ke SMPN 6 Jogja.


Menurutnya, berbagai informasi mengenai SPMB telah ia pelajari sejak jauh hari melalui sekolah maupun petunjuk teknis yang diterbitkan pemerintah. SMPN 6 Jogja dipilih karena dinilai memiliki kualitas pendidikan yang baik sekaligus mudah dijangkau dari tempat tinggal keluarga.


"Pilihan utama kami SMPN 6. Kualitas sekolahnya baik, lokasinya juga cukup terjangkau dari rumah sehingga lebih memudahkan mobilitas anak,"  ujarnya.
Ia juga menyiapkan beberapa pilihan sekolah lain sebagai cadangan mengingat persaingan masuk SMP negeri di Kota Jogja masih cukup ketat.


"Kami tentu berharap anak bisa diterima di sekolah yang diinginkan. Tapi persaingannya cukup ketat, kami juga siapkan beberapa pilihan lain agar anak tetap bisa kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah yang sesuai," bebernya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#ujian TKA #Jenjang SMP #guru les #spmb