Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inflasi Terus Meroket, Legislatif Kota Jogja Usul Penggelontoran KUR Daerah 

Iwan Nurwanto • Senin, 8 Juni 2026 | 20:16 WIB
Ilustrasi gemini AI.
Ilustrasi gemini AI.

JOGJA - Dinamika inflasi yang terus meninggi disorot legislatif. Sekretaris Komisi B DPRD Kota Jogja Munazar mengusulkan pemerintah kota (pemkot) menyiapkan antisipatif. Salah satunya dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Daerah.

Munazar mengatakan, langkah tersebut bisa menjadi bentuk perlindungan ekonomi masyarakat. Apalagi di tengah tekanan ekonomi yang mulai dirasakan kelompok rentan. Dia tidak ingin pemerintah menunggu dampak perlambatan ekonomi meluas. Pun sejumlah indikator juga sudah mulai tampak.

Munazar membeberkan, indikator yang paling jelas adalah angka inflasi di Kota Jogja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, pada bulan Maret inflasi di Kota Jogja menyentuh angka 4,19 persen. Komoditas penyumbangnya meliputi sektor perumahan, listrik, konsumsi, pendidikan, serta berbagai kebutuhan pokok.

Baca Juga: Di Kota Magelang TKA Jadi Penentu SPMB SMP, Bobotnya 60 Persen Bisa Ubah Peta Persaingan

Kondisi tersebut diperparah dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang semakin melemah hingga di level Rp. 18.00. Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa diabaikan karena berpotensi meningkatkan harga barang dan biaya operasional.

“Lalu pada akhirnya membebani masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil,” ujar Munazar di kantornya, Senin (8/6/2026).

Politisi Partai Golkar itu mendorong agar pemkot segera menyiapkan langkah mitigasi yang paling nyata. Penyaluran KUR Daerah bisa dipertimbangkan karena dapat menjaga daya tahan ekonomi masyarakat. Terlebih yang menggantungkan pendapatan dari unit-unit usaha mikro.

Baca Juga: Reaktivasi Bandara Adi Sucipto Dikhawatirkan Ganggu Ekosistem Pariwisata

Munazar pun memberikan catatan pada program KUR Daerah tersebut. Misalnya harus bisa memiliki skema pembiayaan berbunga rendah atau hingga nol persen bagi kelompok sasaran tertentu.

“KUR Daerah bisa menjadi salah satu solusi agar masyarakat tetap produktif dan mampu menghadapi tekanan ekonomi yg kian kompleks,” tegasnya.

Bertepatan dengan momentum HUT Pemkot Jogja ke-79, Munazar juga mengingatkan agar pemkot tidak berfokus pada kegiatan yang sekedar seremonial. Sebab keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari banyaknya festival, pameran, atau agenda seremonial ekonomi kreatif. 

Baca Juga: Robin Van Persie Didepak dari Feyenoord, Keputusan Kontroversi dan Perselisihan Menjadi Alasan Utama?

Namun lebih bagaimana pemerintah bisa memastikan masyarakat memiliki kemampuan bertahan menghadapi gejolak ekonomi. Oleh karena itu, dia berharap agar kebijakan yang diambil dapat berorientasi pada penguatan ketahanan ekonomi masyarakat kelompok rentan.

“Pemkot perlu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi,” tegasnya.

Di lingkungan bank plat merah, Direktur Operasional dan Bisnis PT. BPR Bank Jogja Heri Sutanto memastikan pihaknya telah memberi kemudahan akses modal bagi pelaku UMKM. Adapun program kredit khusus UMKM pada tahun ini digelontorkan sebesar Rp 270 miliar.

Baca Juga: Minyak Goreng di Kota Jogja Langka, Harga Masih Stabil Tinggi

Menurutnya, jumlah tersebut telah meningkat dibandingkan tahun lalu yang berada di angka Rp 260 miliar. Dia berharap dengan peningkatan tersebut bisa lebih mempermudah pelaku usaha kecil untuk mengembangkan usahanya.

“Di tahun 2026 untuk sektor UMKM memang lebih kami fokuskan dan ekspansi lagi. Cara pendekatan ke calon debitur juga kami perkuat,” tegas Heri. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#KUR daerah #legislatif #Dolar #inflasi #nilai tukar rupiah