Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringati Hari Jadi ke-79,  Pemkot Jogja Gandeng 50  Lembaga, Perguruan Tinggi dan Perusahaan  untuk Gotong Royong Membedah Rumah

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 7 Juni 2026 | 20:53 WIB
GOTONG ROYONG: Pemkot Jogja dengan sekitar 50 lembaga melakukan perbaikan rumah warga yang dinilai tidak layak. (Rizky Wahyu/Radar Jogja)
GOTONG ROYONG: Pemkot Jogja dengan sekitar 50 lembaga melakukan perbaikan rumah warga yang dinilai tidak layak. (Rizky Wahyu/Radar Jogja)

 

JOGJA - Memperingati Hari Jadi ke-79 Pemkot Jogja, Pemkot Jogja menggandeng sekitar 50 lembaga, perguruan tinggi, perusahaan, dan komunitas untuk gotong royong memperbaiki rumah tidak layak huni milik warga. Dari gerakan yang baru berjalan satu pekan itu, terkumpul dukungan untuk membedah total 22 rumah.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, program bedah rumah ini menjadi salah satu bentuk peringatan hari jadi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sehingga, harapannya semua pihak dapat bergotong royong untuk membantu warga.

"Sebulan ini berarti kami membedah 30 rumah, karena kami sudah punya gotong-royong yang sudah punya delapan ditambah 22. Total ada 30 rumah yang selesai dalam waktu sebulan tanpa APBD atau APBN," jelasnya, Minggu (7/6).

Baca Juga: Pemkot Jogja Gelar Lomba Permainan Tradisional untuk Kuatkan Soliditas Pegawai

Menurut Hasto, program bedah rumah ini betul-betul kegiatan dari warga untuk warga. Pihak pemerintah hanya mengorkestrasikan saja. Sebab baginya, lebih baik kegiatan ulang tahun pemerintah daerah diwujudkan kegiatan yang bersifat gotong-royong untuk membantu warga.

"Coba kalau saya itu hanya pentas-pentas, hanya hura-hura itu, setelah pentas selesai ya tidak ada apa-apanya. Makanya kemarin juga ada lahirnya Pancasila, kami peringati dengan gotong-royong. Akhirnya ada ada tinggalannya," jelasnya.

Oleh karena itu, Hasto mengatakan program bedah rumah ini dipilih karena dapat melibatkan masyarakat secara langsung, sekaligus memberikan dampak nyata bagi keluarga penerima manfaat. Apalagi di wilayah Kota Jogja sendiri masih terdapat warga yang tinggal di rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan.

"Orang-orang yang rumahnya sangat tidak layak itu sebetulnya mereka ini tidak merasakan hidup yang merdeka. Makanya, kalau menurut saya, atas dasar alasan itulah kita lakukan bedah rumah," tuturnya.

Selain bedah rumah, rangkaian peringatan Hari Jadi ke-79 Pemkot Jogja kali ini juga diisi berbagai kegiatan gotong royong lain, seperti bersih sungai, pengumpulan dan pemilahan sampah.

Baca Juga: Pemkot Jogja Kampanyekan Kendaraan Listrik di Jogja Bersinar, Targetkan Jadi Kota Wisata Niremisi

Hasto pun berharap dari berbagai kegiatan itu dapat menumbuhkan optimisme masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomi dan dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. "Jadi kami ingin memberikan rasa optimistis kepada warga bahwa sampah itu bisa jadi berkah, sehingga sampah harus dipilah," tegasnya.

Dalam kesempatan kali ini, Pemkot Jogja telah melaksanakan program bedah rumah di salah satu rumah warga Ngampilan bernama Emiliana Budi Winarti. Rumah dari warga Ngampilan RT 02 dan RW 01 ini menjadi rumah pertama hasil bedah rumah dengan memanfaatkan material bangunan dari pengolahan sampah.

Atap, sebagian dinding, dan sejumlah komponen bangunan menggunakan bahan hasil daur ulang sampah yang telah diolah menjadi material konstruksi. "Saya senang sekali bisa dibantu oleh pemerintah. Mboten nyongko ngoten lho (tidak menyangka gitu lho, Red)," ucap Emiliana dengan penuh haru.

Emiliana mengatakan, sebelum mendapatkan program bedah rumah ini, rumah miliknya dinilai sangat parah, sebagai contoh, wanita yang tinggal bersama cucunya ini mengungkapkan jika setiap hujan rumahnya sering mengalami kebocoran dan dindingnya juga hampir roboh. "Rumah saya cuma lantainya saja yang bagus," bebernya.

Maka dari itu, Emiliana mengaku sangat berterimakasih kepada Pemkot Jogja yang telah memberikan bantuan berupa bedah rumah kepada keluarganya. "Dulu ini pertama sama Bu Lurah disurvei dulu pagi-pagi. Lalu sorenya tiba-tiba diterima. Saya bersyukur sekali," tandasnya. (ayu/laz)

 

 

Editor : Herpri Kartun
#Hari Jadi Pemkot Jogja #gotong royong #hasto wardoyo #Wali Kota Jogja #Pemkot Jogja