Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Kampanyekan Kendaraan Listrik di Jogja Bersinar, Targetkan Jadi Kota Wisata Niremisi

Elang Kharisma Dewangga • Sabtu, 6 Juni 2026 | 20:16 WIB
RAMAH LINGKUNGAN: Parade becak Listrik pada kegiatan Jogja Bersinar yang digelar oleh Pemkot Jogja bekeja sama dengan Jawa Pos dan PLN untuk mengelilingi kawasan Malioboro Sabtu (6/6). Selain becak becak listrik, berbagai jenis mobil listrik turut ditampilkan. (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)
RAMAH LINGKUNGAN: Parade becak Listrik pada kegiatan Jogja Bersinar yang digelar oleh Pemkot Jogja bekeja sama dengan Jawa Pos dan PLN untuk mengelilingi kawasan Malioboro Sabtu (6/6). Selain becak becak listrik, berbagai jenis mobil listrik turut ditampilkan. (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan komitmennya untuk mewujudkan kota wisata yang ramah lingkungan. Salah satu upaya yang kini tengah digalakkan adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor melalui program konversi ke kendaraan niremisi.

Pemkot Jogja, telah memulainya dengan konversi becak motor (bentor) menjadi becak listrik (betrik). Dari total 900 bentor yang beroperasi secara ilegal di kawasan Sumbu Filosofi, sudah ada sekitar 260 yang dialihkan ke kendaraan ramah lingkungan.

Nantinya, jumlah bentor yang akan dikonversi dipastikan terus bertambah. Sehingga pada 2027, seluruh bentor yang beroperasi di kawasan Sumbu Filosofi menggunakan penggerak niremisi. “Kita mulai dari tempat yang sangat bisa untuk promosi, dalam hal ini destinasi wisata (Sumbu Filosofi, Red),” ujar Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat acara Jogja Bersinar Sabtu (6/6).

Baca Juga: UGM Trail Run 2026 Tak Sekadar Ajang Lari, Targetkan Penggalangan Dana Rp1 Miliar Untuk Fasilitasi Mahasiswa Kurang Mampu

Lewat kegiatan yang bekerja sama dengan Jawa Pos dan PLN ini, parade becak dan mobil listrik turut ditampilkan. Sehingga masyarakat bisa melihat langsung peralihan kendaraan berbahan fosil yang menimbulkan polusi menjadi lebih ramah lingkungan.

Ke depan, lanjutnya, mewujudkan kesehatan kesehatan masyarakat melalui udara yang lebih bersih, ruang kota yang nyaman, serta sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan bukan sebuah keniscayaan. Selain itu, Hasto pun berharap agar Kota Jogja bisa menjadi percontohan secara nasional sebagi kota wisata ramah lingkungan. Komitmennya akan diwujudkan dalam penampahan infrastruktur pendukung. Seperti penambahan titik stasiun pengisian daya bagi becak dan mobil listrik.

“Harapannya kami bisa menciptakan kota yang semula crowded dengan kendaraan penuh emisi, menjadi kota yang niremisi,” tegasnya.

Baca Juga: Ada Sejarah Klub Pendiri PSSI, Magelang Tempo Doeloe Angkat Sang Legenda

Sementara itu, Pemimpin Redaksi JawaPos.com Agustinus Edy Pramana mengapresiasi Pemkot Jogja yang telah memiliki komitmen mendukung ekosistem wisata ramah lingkungan. Melalui strategi pemkot yakni dengan memperluas ekosistem kendaraan listrik.

Edy menyebut, transisi menuju energi bersih tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendirian. Dibutuhkan kolaborasi aktif dari sektor swasta. Termasuk media yang harus terus mengedukasi masyarakat tentang berbagai keuntungan beralih ke kendaraan listrik.

"Kami ingin mendorong bagaimana semua pihak mewujudkan wisata energi hijau, tidak hanya di Jogjakarta, tetapi juga di daerah lain,” tegas Agustinus. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja #kota wisata niremisi #niremisi #Kendaraan Listrik #Sumbu Filosofi