JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan komitmennya untuk mewujudkan kota wisata yang ramah lingkungan. Salah satu upaya yang kini tengah digalakkan adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor melalui program konversi ke kendaraan niremisi.
Pemkot Jogja, telah memulainya dengan konversi becak motor (bentor) menjadi becak listrik (betrik). Dari total 900 bentor yang beroperasi secara ilegal di kawasan Sumbu Filosofi, sudah ada sekitar 260 yang dialihkan ke kendaraan ramah lingkungan.
Nantinya, jumlah bentor yang akan dikonversi dipastikan terus bertambah. Sehingga pada 2027, seluruh bentor yang beroperasi di kawasan Sumbu Filosofi menggunakan penggerak niremisi. “Kita mulai dari tempat yang sangat bisa untuk promosi, dalam hal ini destinasi wisata (Sumbu Filosofi, Red),” ujar Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat acara Jogja Bersinar Sabtu (6/6).
Lewat kegiatan yang bekerja sama dengan Jawa Pos dan PLN ini, parade becak dan mobil listrik turut ditampilkan. Sehingga masyarakat bisa melihat langsung peralihan kendaraan berbahan fosil yang menimbulkan polusi menjadi lebih ramah lingkungan.
Ke depan, lanjutnya, mewujudkan kesehatan kesehatan masyarakat melalui udara yang lebih bersih, ruang kota yang nyaman, serta sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan bukan sebuah keniscayaan. Selain itu, Hasto pun berharap agar Kota Jogja bisa menjadi percontohan secara nasional sebagi kota wisata ramah lingkungan. Komitmennya akan diwujudkan dalam penampahan infrastruktur pendukung. Seperti penambahan titik stasiun pengisian daya bagi becak dan mobil listrik.
“Harapannya kami bisa menciptakan kota yang semula crowded dengan kendaraan penuh emisi, menjadi kota yang niremisi,” tegasnya.
Baca Juga: Ada Sejarah Klub Pendiri PSSI, Magelang Tempo Doeloe Angkat Sang Legenda
Sementara itu, Pemimpin Redaksi JawaPos.com Agustinus Edy Pramana mengapresiasi Pemkot Jogja yang telah memiliki komitmen mendukung ekosistem wisata ramah lingkungan. Melalui strategi pemkot yakni dengan memperluas ekosistem kendaraan listrik.
Edy menyebut, transisi menuju energi bersih tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendirian. Dibutuhkan kolaborasi aktif dari sektor swasta. Termasuk media yang harus terus mengedukasi masyarakat tentang berbagai keuntungan beralih ke kendaraan listrik.
"Kami ingin mendorong bagaimana semua pihak mewujudkan wisata energi hijau, tidak hanya di Jogjakarta, tetapi juga di daerah lain,” tegas Agustinus. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita