Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aksi Nyerah Jadi WNI, 526 Suara Klakson Bergema di Bundaran UGM Jogja

Delima Purnamasari • Jumat, 5 Juni 2026 | 21:23 WIB
BENTUK RASA FRSUTASI: Aksi damai Nyerah Jadi WNI yang digelar Suara Ibu Jogjakarta di Bunderan UGM, Jumat (5/6/2026) sore. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
BENTUK RASA FRSUTASI: Aksi damai Nyerah Jadi WNI yang digelar Suara Ibu Jogjakarta di Bunderan UGM, Jumat (5/6/2026) sore. (Foto: Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Suara Ibu Jogjakarta menggelar aksi damai dan diskusi publik bertajuk "Nyerah Jadi WNI" di Bundaran UGM, Jumat (5/6/2026) sore.

Aksi ini digelar sebagai bentuk rasa frustasi atas negara yang kini dinilai dalam kondisi carut-marut. 

Tidak seperti aksi umumnya yang sekadar menggelar orasi dan membentangkan spanduk protes, aksi kali ini semarak dengan berbagai aktivitas simbolik.

Salah satunya dengan bunyi-bunyian rakyat yang diselenggarakan dengan membentangkan dua poster menghadap jalan. Tulisannya, "Bunyikan Klakson kalau Capek Jadi WNI".

Baca Juga: Matangkan Persiapan PON 2028, KONI DIY Gelar Skrining Cedera dan Tes Psikologi Atlet Puslatda

Mereka mencatat setidaknya ada 526 klakson yang berbunyi dari sepeda motor maupun mobil selama dua jam aksi berlangsung.

Beberapa pengendara bahkan membunyikan klakson dengan begitu panjang atau dengan rentetan yang berulang-ulang. Lalu akan disambut dengan sorakan dari massa aksi. 

Salah seorang peserta aksi, Amalinda Savirani menjelaskan, inisiatif ini dibuat agar isu yang dibawa tidak hanya berputar pada massa aksi.

Mereka ingin berinteraksi dengan pengendara yang barangkali juga memiliki keresahan sama, tetapi tidak memiliki kesempatan duduk bareng dalam aksi. 

"Jadi sesuai dengan tulisannya, kalau makin banyak klaksonnya berarti makin capek," katanya ditemui di sela-sela aksi.

Baca Juga: Dishub Bantul Dorong Jukir Urus Perizinan Parkir Insidentil untuk Menghindari Parkir Liar

Sementara itu, Humas Aksi Suara Ibu Jogjakarta Marsinah menjelaskan, ada berbagai keresahan yang dibawa dalam aksi ini.

Salah satu yang baru terjadi adalah pimpinan Badan Gizi Nasional yang terjerat dalam korupsi makan bergizi gratis (MBG). 

Lalu perekonomian nasional yang terus memburuk dibuktikan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Belum lagi tindakan pemerintah yang cenderung memboroskan anggaran dengan tingginya angka kunjungan kerja ke luar negeri. 

"Tapi pada saat yang sama, kualitas demokrasi di Indonesia terus mengalami kemerosotan yang mengkhawatirkan," tambahnya.

Mereka menuntut pemerintah segera melakukan langkah stabilisasi ekonomi. Salah satunya dengan subsidi kebutuhan pokok dan logistik pangan dari pengalihan dana Koperasi Desa Merah Putih hingga Danantara.

Baca Juga: Pameran Nusa Wastra 2026 Resmi Dibuka di Museum Sonobudoyo Jogja, Hadirkan Puluhan Koleksi Lintas Era dari Seluruh Indonesia

Selain itu, melakukan evaluasi total dan penghentian program MBG yang dinilai memboroskan anggaran.

Pemerintah juga diminta memperbaiki tata kelola pemerintahan dan memberi perlindungan pada hak sipil. 

"Aksi Nyerah Jadi WNI" ini memang begitu semarak. Terdapat kotak sambat yang berupa posko mini agar peserta aksi bisa menuliskan keluhannya.

Mereka juga menggelar lapak baca buku, menyediakan pojok anak dengan berbagai permainan maupun gambar untuk diwarnai, hingga papan revolusi yang mengajak peserta memahami isu negara lewat permainan bola. 

Mereka juga mengajak peserta aksi menggambarkan nuansa harinya di sebuah papan. (del/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Nyerah Jadi WNI #Suara Ibu Jogjakarta #Bunyikan Klakson #Amalinda Savirani #Mbg