JOGJA - Ambisi Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk mengonversi becak motor (bentor) menjadi becak listrik (betrik) coba diupayakan dengan dukungan infrastruktur. Salah satunya percepatan penambahan stasiun pengisian daya.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan, minimnya ketersediaan pengisian daya baterai untuk armada betrik saat ini memang masih menjadi tantangan dalam mendukung moda transportasi ramah lingkungan tersebut. Meski demikian, dia optimistis persoalan itu bisa segera teratasi.
Wawan mengaku, sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak untuk membantu penyediaan fasilitas pengisian daya bagi becak listrik. Sehingga ke depan, para pengemudi bentor yang sudah beralih ke becak listrik tidak lagi menghadapi kendala dalam melayani wisatawan.
Sebagai langkah awal, menurutnya pemkot sudah menjalin kerja sama dengan PLN untuk membantu menyediakan lokasi pengisian daya. Kemudian dalam waktu dekat ini juga menggandeng perusahaan lain dan universitas.
Politisi berlatar belakang pengusaha itu juga menargetkan seluruh bentor nantinya bisa beralih ke becak listrik. Hal itu sebagai upaya menghilangkan predikat Kota Jogja sebagai kota 1.000 bentor di mata wisatawan.
“Kami akan mencoba dari kota Jogja ini untuk sinergi kolaborasi dengan berbagai pihak untuk kemajuan lingkungan kita, karena tidak mungkin jika dilakukan pemerintah kota sendiri,” ujar Wawan saat ditemui di Balai Kota Jogja, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Penggunaan QRIS Tumbuh 62,19 Persen, Jadi Indikator Menguatnya Digitalisasi Ekonomi di DIY
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Yogyakarta-Wonosari Agung Pratomo memastikan dukungannya untuk menyediakan stasiun-stasiun pengisian daya. Misalnya pada tempat-tempat mangkalnya becak listrik.
“Kami sudah komunikasi dengan Dishub untuk menyediakan SPKLU sesuai dengan lokasi-lokasi yang sesuai arahan atau rekomendasi,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan Balqis Diab mengaku kagum dengan semangat Kota Jogja dalam meneguhkan predikat sebagai kota destinasi wisata ramah lingkungan. Dia menilai bahwa Jogja telah menjadi contoh yang baik dalam implementasi kota wisata hijau.
Baca Juga: 9 SD di Gunungkidul Bakal Digabung, Ada Sekolah yang Total Siswanya Hanya 25 Anak
Balqis mengungkapkan, Pemkot Pekalongan berencana melakukan pengkajian lebih dalam terkait model tata kota yang ramah lingkungan. Dia berharap, praktik baik yang telah diterapkan di Kota Jogja dapat direplikasi untuk mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di wilayahnya.
"Mudah-mudahan nanti Kota Pekalongan juga bisa ikut seperti Kota Jogja," tandasnya. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita