Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dishub DIY Perketat Pengawasan bagi Bus Wisata untuk Kurangi Kepadatan Lalu Lintas di Area Kota Jogja

Fahmi Fahriza • Senin, 1 Juni 2026 | 20:10 WIB
Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY masih menemukan bus pariwisata yang nekat masuk kawasan pusat Kota Jogja meski telah ada pengaturan lalu lintas dan pembatasan untuk kendaraan besar. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian pemprov, terutama saat periode libur panjang yang biasanya dibarengi peningkatan kunjungan wisatawan.

Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan, pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota terus memperkuat koordinasi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperketat pengawasan terhadap pergerakan bus wisata.

Menurut Erni, sebelumnya pengawasan banyak dilakukan di kawasan Tugu Golong Gilig Jogja. Namun kini penjagaan juga diperkuat di kawasan Gardu Aniem, karena kedua titik tersebut dinilai sama-sama krusial.

Baca Juga: Timnas Indonesia Jelang FIFA Matchday 2026, Calvin Verdonk dan Joey Pelupessy Masih Absen, Mees Hilgers Ikut Latihan

"Kalau dulu penjagaan di Tugu, kita beralih juga ke Gardu Aniem karena dua titik ini krusial. Kadang kala Tugu sudah dijaga tidak boleh masuk, dari Gardu Aniem lolos karena tidak ada yang jaga," ujarnya Senin (1/6).

Ia menjelaskan, sebagian pengemudi bus wisata tetap mencoba masuk ke kawasan kota karena ingin mencapai tujuan dengan rute yang lebih dekat. Padahal, kondisi pusat Kota Jogja sudah cukup padat dan memiliki keterbatasan kantong parkir untuk kendaraan besar. "Karena pengennya mereka on the spot lewat jalur-jalur yang lebih dekat. Tapi harusnya kan tidak boleh," katanya.

Erni menilai, pengaturan itu perlu dipahami seluruh pelaku pariwisata agar tercipta sistem transportasi yang lebih tertib. Menurutnya, pembatasan bus wisata masuk pusat kota bukan tanpa alasan, melainkan untuk mencegah kemacetan yang semakin parah.

Baca Juga: Muhammad Iqbal Ingin Bertahan di PSIM Jogja dan Tembus Timnas

"Kenapa tidak boleh masuk kota, karena sudah cukup crowded, tempat parkirnya juga tidak ada. Kantong parkirnya juga terbatas, itu jadi kendala buat kita," ujarnya.

Sebagai alternatif, Dishub DIY sendiri terus mendorong pemanfaatan simpul transportasi di kawasan bandara dan Maguwoharjo yang terhubung dengan kereta api maupun Trans Jogja.

Skema itu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan wisatawan terhadap bus yang langsung masuk ke pusat kota. "Sekaligus itu bisa membantu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan wisata utama Jogja," tandasnya. (iza/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kota Jogja #dishub diy #Kunjungan Wisatawan #bus pariwisata #penjagaan