Khamim Zarkasih Putro (Ketua Dewan Pendidikan Kota Jogja). DOK.PRIBADI
JOGJA - Ketua Dewan Pendidikan Kota Jogja Khamim Zarkasih Putro menilai pentingnya menghidupkan kembali kegiatan lomba Cerdas Cermat di tingkat sekolah.
Sebab, ajang itu merupakan metode efektif melatih keterampilan berpikir cepat, tepat, dan kritis bagi para siswa.
Khamim menyoroti dalam beberapa tahun terakhir frekuensi penyelenggaraan lomba Cerdas Cermat memang menurun.
Baca Juga: Temuan Cacing Hati di Kota Jogja Terus Bertambah, Tembus di 122 Ekor Hewan Kurban
Menurutnya, penurunan itu dipengaruhi oleh perubahan fokus pada inovasi pembelajaran. Sehingga sekolah dan pemerintah mulai meninggalkan metode konvensional seperti Cerdas Cermat.
"Saya kira untuk latihan berpikir cepat dan tepat, Cerdas Cermat menjadi suatu lahan yang bagus.
Sebenarnya juga bersinggungan dengan kurikulum baru sekarang yang menuntut siswa berpikir kritis," ujar Khamim kepada Radar Jogja, Jumat (29/5).
Baca Juga: Pelaku Modus Ngaku Ketua RT, Gasak Pompa Air Milik Kelompok Tani
Akademisi UIN Sunan Kalijaga itu memandang, lomba Cerdas Cermat sejatinya memiliki potensi besar untuk menjadi sarana pemerataan kualitas pendidikan.
Pun selama ini ketimpangan kualitas antarsekolah masih menjadi pekerjaan rumah bagi dunia pendidikan di Jogjakarta.
Ajang kompetisi Cerdas Cermat, menurutnya, mampu untuk meminimalisasi kesenjangan melalui interaksi dan kompetisi yang sehat.
Sehingga Dewan Pendidikan menyatakan dukungannya jika lomba Cerdas Cermat kembali dihidupkan.
Khamim menyatakan, pihaknya juga berencana membawa wacana penghidupan kembali lomba Cerdas Cermat agar menjadi atensi pemerintah kota (pemkot).
Baca Juga: Jaring Talenta Paduan Suara Tampil di Istana Merdeka, Disbud DIY Buka Audisi Gita Bahana Nusantara
Sehingga tercipta regulasi dan konsep yang relevan dengan perkembangan zaman.
"Saya kira ini (lomba Cerdas Cermat) bisa menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat kemampuan akademis siswa, apalagi Jogjakarta sendiri sudah memiliki prestasi yang membanggakan di tingkat nasional," tandasnya. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun