JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja memastikan belum menemukan hewan kurban bermasalah menjelang Idul Adha 2026. Dari hasil pemeriksaan terhadap 1.718 ternak di puluhan titik penjualan, seluruh hewan dinyatakan sehat dan layak disembelih.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Jogja Sri Panggarti mengatakan, sebanyak 1.718 hewan kurban yang sudah diperiksa meliputi 127 ekor sapi dan 1.432 kambing. Total itu dari 50 titik penjualan yang 29 di antaranya merupakan penjual ternak dadakan atau pasar tiban.
Panggarti mengungkapkan, berdasar hasil pemeriksaan tersebut tidak menemukan hewan kurban bermasalah. Seluruhnya dalam kondisi layak untuk disembelih pada Idul Adha. Serta memiliki ciri-ciri ternak sehat seperti mata jernih, gerakan lincah, nafsu makan baik, kotoran normal serta area mulut dan hidung bersih tanpa lendir.
“Untuk hewan-hewan yang diperjualbelikan sebagai persiapan Hari Raya Idul Adha. Alhamdulillah semua sehat,” ujar Panggarti saat dikonfirmasi, Minggu (24/5/2026).
Meskipun tidak ada ternak bermasalah, DPP Kota Jogja tetap siaga terhadap kondisi kesehatan hewan kurban. Salah satunya sudah menyiapkan strategi, jika ada ternak yang sakit ringan maka petugas akan datang melakukan pengobatan. Sementara jika sakitnya masuk kategori berat, maka penanganan ternak dilakukan di poliklinik hewan.
Adapun pada momen Idul Adha tahun ini, instansi ini mengerahkan sebanyak 265 petugas pemantau hewan kurban. Mereka terdiri dari personel DPP, mahasiswa, perhimpunan dokter hewan, dan paguyuban.
Baca Juga: Super League 2026/2027 Dimulai Awal September 2026, PSS Sleman Agendakan Latihan Perdana Awal Juli
Panggarti pun mengimbau kepada para pedagang pasar tiban untuk mengurus izin berjualan. Serta memastikan hewan yang dijual memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah ternak dikembangbiakkan.
“Hewan sehat atau tidak dibuktikan dari SKKH daerah asal,” bebernya.
Salah satu pasar tiban kambing kurban di Jalan Siliran Kidul Kemantren Kraton, Agus Sumantoro mengungkapkan, hewan yang dijualnya berasal dari daerah Muntilan, Jawa Tengah. Sistem penjualan yang dilakukan adalah titip jual atau ternak yang dijual milik peternak sementara dirinya menyediakan lapak.
Baca Juga: 48 Pokdakan di Kulon Progo Bakal Diusulkan Menerima Bantuan Bioflok
Agus mengakui, penjualan ternak tahun ini tergolong sepi. Diduga hal tersebut karena momen Idul Adha bersamaan dengan pendaftaran sekolah. Sehingga sebagian masyarakat enggan membeli hewan kurban demi mencukupi kebutuhan pribadinya.
Dia pun memilih untuk mengurangi stok kambing yang dijual. Jika pada Idul Adha tahun lalu disiapkan 70 ekor, pada tahun ini hanya 60 ekor.
“Hingga saat ini baru 16 ekor kambing yang telah terjual,” beber Agus. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita