JOGJA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengeluarkan wacana untuk mewajibkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib dari kelas tiga SD untuk tahun ajaran 2027/2028. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan kesiapannya untuk implementasi.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Budi Santosa Asrori mengatakan, penambahan Bahasa Inggris sebagai mapel wajib diyakini tidak akan ada masalah. Bahkan sejatinya sekolah sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Kota Jogja sudah siap menerapkan.
Sebab menurutnya, pelajaran Bahasa Inggris di sekolah negeri sudah menjadi ekstrakurikuler wajib. Kemudian di sebagian sekolah swasta juga telah menjadikan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai intrakurikuler atau masuk sebagai pelajaran utama di dalam kelas.
“Sehingga sebenarnya kami tidak begitu bermasalah dalam menyiapkan guru-gurunya maupun materi ajarnya, semua sudah siap,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Minggu (24/5/2026).
Meskipun demikian, Mantan Sekretaris Disdikpora Kota Jogja itu menyatakan bahwa implementasi Bahasa Inggris sebagai mapel wajib tetap harus disesuaikan. Misalnya jika mulai dilakukan sejak kelas tiga SD tentu materi yang diberikan hanya bahasa inggris dasar. Seperti belajar membaca atau mengenali benda sehari-hari.
Sementara terkait dengan ketersediaan tenaga pengajar, Budi memastikan Kota Jogja tidak akan kekurangan guru Bahasa Inggris. Karena tenaga pengajar yang sebelumnya mengisi kegiatan ekstrakurikuler tinggal dialihkan menjadi guru pelajaran wajib.
“Insyaallah siap, dalam arti kita siap itu karena kita sudah punya modal (tenaga pengajar),” katanya.
Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan kebijakan bahasa inggris sebagai mapel wajib merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sekaligus menyiapkan bekal keterampilan siswa abad ke-21 sejak dini.
Abdul menuturkan bahwa pihaknya saat ini tengah menggodok regulasi untuk menjalankan kebijakan tersebut. Selain itu juga sedang disiapkan program pelatihan agar guru-guru SD di Indonesia bisa mengajar Bahasa Inggris kepada siswanya.
’’Pelatihan akan diberikan secara bertahap kepada guru-guru SD di seluruh Indonesia," tutur Mu'ti belum lama ini. (inu)
Editor : Bahana.