JOGJA - Isu ketahanan pangan menjadi salah satu konsen bagi I Putu Dewa Adhi Yogana. Hal itu sesuai dengan ketugasannya sebagai anggota Komisi B DPRD Kota Jogja yang merupakan mitra Dinas Pertanian dan Pangan.
Dewa sapaannya mengatakan, Kota Jogja memang menghadapi tantangan keterbatasan lahan. Sehingga pemerintah dan masyarakat dituntut untuk terus bertransformasi dalam hal pengembangan sektor pertanian.
Di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang, dia memandang isu ketahanan pangan berbasis lahan perkotaan sudah seharusnya dioptimalkan. Bahkan dia memiliki harapan agar setiap jengkal tanah dapat dimanfaatkan untuk pertanian dengan konsep urban farming.
Menurut dia, Kota Jogja, tidak bisa lagi berharap pada lahan pertanian konvensional yang luas. Tapi harus memaksimalkan setiap jengkal ruang yang ada, mulai dari pekarangan rumah, atap gedung. “Hingga pemanfaatan teknologi hidroponik dan vertikultur,” ujar Dewa kepada Radar Jogja, Selasa (19/5).
Agar hal tersebut dapat terwujud, politikus PPP itu menekankan tentang pentingnya inovasi dan dukungan pemerintah. Menurutnya pemerintah harus hadir memberikan pelatihan dan menyalurkan bantuan bibit supaya masyarakat antusias untuk mengembangkan konsep urban farming.
Dewa menegaskan, lahan sempit di tengah padatnya pemukiman Kota Jogja sebenarnya bukan penghalang. Melainkan tantangan untuk melakukan intensifikasi pertanian. “Supaya masyarakat bisa mandiri untuk mencukupi kebutuhan pangannya sendiri,” ungkapnya.
Dewa tidak menampik, ketergantungan pasokan pangan dari daerah penyangga memang seringkali membuat harga komoditas di pasar lokal fluktuatif. Sehingga berdampak pada semakin membengkaknya pengeluaran masyarakat.
Dia yakin, lewat produksi sayur-mayur dan tanaman pangan di lingkungan sendiri masyarakat dapat menekan biaya pengeluaran. Di samping itu juga memastikan ketersediaan bahan pangan yang lebih segar dan sehat.
Dewa memastikan, Komisi B akan terus mendorong agar Dinas Pertanian dan Pangan tidak hanya memberikan pelatihan sesaat. Namun harus ada program keberlanjutan. Termasuk menjembatani pemasaran hasil panen agar petani kota ini memiliki nilai ekonomi.
Baca Juga: 20 Mei 2026 Memperingati Hari Apa? Apakah Hari Libur Nasional atau Cuti Bersama, Yuk Simak!
Dia pun memiliki asa ekosistem digital bisa terbentuk dalam konsep urban farming di Kota Jogja. Supaya nantinya lebih banyak anak-anak muda yang tertarik untuk terjun ke sektor pertanian.
“Komisi B akan selalu terbuka untuk mendengarkan kendala yang dihadapi para pelaku urban farming di lapangan,” tandasnya. (*/inu/pra)
Editor : Heru Pratomo