Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anggota DPRD Kota Jogja I Putu Dewa Adhi Yogana Dorong Setiap Jengkal Tanah Jadi Lahan Pertanian Produktif

Iwan Nurwanto • Rabu, 20 Mei 2026 | 08:09 WIB
Masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah wilayah perkotaan untuk menanam sayuran dan buah guna ketahanan pangan.
Masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah wilayah perkotaan untuk menanam sayuran dan buah guna ketahanan pangan.

 

JOGJA - Isu ketahanan pangan menjadi salah satu konsen bagi I Putu Dewa Adhi Yogana. Hal itu sesuai dengan ketugasannya sebagai anggota Komisi B DPRD Kota Jogja yang merupakan mitra Dinas Pertanian dan Pangan.

Dewa sapaannya mengatakan, Kota Jogja memang menghadapi tantangan keterbatasan lahan. Sehingga pemerintah dan masyarakat dituntut untuk terus bertransformasi dalam hal pengembangan sektor pertanian.

Di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang, dia memandang isu ketahanan pangan berbasis lahan perkotaan sudah seharusnya dioptimalkan. Bahkan dia memiliki harapan agar setiap jengkal tanah dapat dimanfaatkan untuk pertanian dengan konsep urban farming.

Baca Juga: Di Balik Cek Kesehatan Gratis Driver Ojol di Balai Kota Jogja, Konsumsi Kopi dan Polusi Setiap Hari, Mayoritas Derita Darah Tinggi

Menurut dia, Kota Jogja, tidak bisa lagi berharap pada lahan pertanian konvensional yang luas. Tapi harus memaksimalkan setiap jengkal ruang yang ada, mulai dari pekarangan rumah, atap gedung. “Hingga pemanfaatan teknologi hidroponik dan vertikultur,” ujar Dewa kepada Radar Jogja, Selasa  (19/5).

Agar hal tersebut dapat terwujud, politikus PPP itu menekankan tentang pentingnya inovasi dan dukungan pemerintah. Menurutnya pemerintah harus hadir memberikan pelatihan dan menyalurkan bantuan bibit supaya masyarakat antusias untuk mengembangkan konsep urban farming.

Dewa menegaskan, lahan sempit di tengah padatnya pemukiman Kota Jogja sebenarnya bukan penghalang. Melainkan tantangan untuk melakukan intensifikasi pertanian. “Supaya masyarakat bisa mandiri untuk mencukupi kebutuhan pangannya sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga: Dua Kader Berebut Kursi Presiden Brajamusti, Siap Jaga Marwah Organisasi dan Semangat Mataram Is Love

Dewa tidak menampik, ketergantungan pasokan pangan dari daerah penyangga memang seringkali membuat harga komoditas di pasar lokal fluktuatif. Sehingga berdampak pada semakin membengkaknya pengeluaran masyarakat.

Dia yakin, lewat produksi sayur-mayur dan tanaman pangan di lingkungan sendiri masyarakat dapat menekan biaya pengeluaran. Di samping itu juga memastikan ketersediaan bahan pangan yang lebih segar dan sehat.

Dewa memastikan, Komisi B akan terus mendorong agar Dinas Pertanian dan Pangan tidak hanya memberikan pelatihan sesaat. Namun harus ada program keberlanjutan. Termasuk menjembatani pemasaran hasil panen agar petani kota ini memiliki nilai ekonomi.

Baca Juga: 20 Mei 2026 Memperingati Hari Apa? Apakah Hari Libur Nasional atau Cuti Bersama, Yuk Simak!

Dia pun memiliki asa ekosistem digital bisa terbentuk dalam konsep urban farming di Kota Jogja. Supaya nantinya lebih banyak anak-anak muda yang tertarik untuk terjun ke sektor pertanian.

“Komisi B akan selalu terbuka untuk mendengarkan kendala yang dihadapi para pelaku urban farming di lapangan,” tandasnya. (*/inu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#I Putu Dewa Adhi Yogana #dprd kota jogja #urban farming #Dinas Pertanian dan Pangan #ketahanan pangan