JOGJA - DPRD Kota Jogja mendesak Pemkot Jogja segera merevitalisasi kawasan sempadan sungai setelah menemukan kerusakan saluran air hujan (SAH) di bantaran Sungai Code, Kampung Lowanu, Brontokusuman. Kerusakan akibat gempa tersebut dinilai berpotensi memicu longsor dan membahayakan warga yang tinggal di sekitar sungai.
Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat mengatakan, usulan tersebut bukan tanpa alasan. Namun berdasar dari hasil kunjungannya di Kampung Lowanu, Brontokusuman, Kota Jogja yang dialiri Sungai Code pada Kamis (14/5) lalu.
Politisi Partai Gerindra itu menemukan aduan masyarakat terkait dengan SAH yang rusak akibat gempa bumi. Menurutnya, perbaikan tersebut sudah seharusnya dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya longsor atau bencana lain yang mengancam warga.
“Kondisi tersebut memerlukan mitigasi struktural. Jangan sampai penggerusan tanah ini dibiarkan sehingga memicu longsor atau kerusakan lingkungan yang lebih fatal,” ujar Sinarbiyat, Senin (18/5/2026).
Selain mendorong soal perbaikan, dalam kunjungannya dia juga menyerap aspirasi dari masyarakat perihal pengembangan sempadan sungai. Menurutnya warga Kampung Lowanu menginginkan kampung mereka bisa bertransformasi sebagai kampung kuliner.
Dia mendukung usulan tersebut. Legislatif pun akan segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menindaklanjuti usulan warga terkait dengan pemangkasan pohon besar dan pengadaan infrastruktur pengaman pinggir sungai.
Dia memandang usulan itu perlu direalisasikan oleh pemkot sebagai wujud pemerintah hadir mendukung perekonomian masyarakat. Di samping utamanya memastikan keamanan kawasan sempadan sungai.
“Jika infrastruktur dasarnya aman dan lingkungannya tertata, maka ekonomi kerakyatan di Lowanu akan tumbuh lebih pesat,” bebernya.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyatakan, pihaknya menarget penataan kawasan sepanjang Sungai Code dapat diselesaikan dalam empat tahun ke depan. Bentuknya dilakukan melalui program M3K (mundur munggah madhep kali). Penataan tersebut akan diserasikan bersama perguruan tinggi melalui program One Village One Sister University.
Baca Juga: Hadirkan Layanan 3S, Duta Hino Yogyakarta Perkuat Dukungan pada Sektor Transportasi Hingga Logistik
Melalui program pendampingan tersebut, Hasto mengklaim sejumlah kampung di bantaran sungai telah mendapat pendampingan dari perguruan tinggi dan mitra perusahaan. Terkhusus dalam hal penataan kawasan dan pengembangan destinasi wisata berbasis lingkungan.
“Kami bercita-cita sepanjang Sungai Code ini selesai dengan konsep munggah, madhep kali,” imbuhnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita