Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hasto Jamin Genting Daur Ulang Lolos Uji Kualitas, Bergaransi 10 Tahun: Pemkot Jogja Lanjutkan Program Bedah Rumah Lebih Ramah Lingkungan

Winda Atika Ira Puspita • Minggu, 17 Mei 2026 | 19:53 WIB

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat mengecek produk genting daur ulang limbah plastik dan bungkus saset yang akan dipergunakan dalam bedah rumah. (Dokumentasi Humas Pemkot Jogja)

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat mengecek produk genting daur ulang limbah plastik dan bungkus saset yang akan dipergunakan dalam bedah rumah. (Dokumentasi Humas Pemkot Jogja)

 

JOGJA - Pemkot Jogja kembali menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu dengan menghadirkan inovasi atap berbahan limbah daur ulang, Minggu (17/5/2026). 

Material dari sampah plastik dan bungkus saset itu digunakan pada rumah penerima bantuan untuk mendukung pengurangan sampah sekaligus menciptakan hunian yang lebih nyaman.

Bedah rumah kali ini menyasar dua lokasi berbeda, yakni rumah milik Dwi Wulandari, warga Kampung Kalangan, Pandeyan, Umbulharjo dan rumah milik Emiliana Budi Winarti, warga Ngampilan, Kota Jogja.

Baca Juga: Pembebasan Tiga Aktivis Dinilai Tak Transparan, Tim Hukum Sebut karena Tekanan Publik, Proses Banding Masih Berjalan

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, program bedah rumah bukan hanya sekadar memperbaiki bangunan fisik rumah warga, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan hunian yang sehat, aman, dan layak bagi masyarakat.

“Rumah yang layak akan mendukung kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Karena itu program seperti ini akan terus kita dorong melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya di sela menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat.

Menariknya, program bedah rumah kali ini menghadirkan inovasi baru yang ramah lingkungan. Untuk pertama kalinya, rumah penerima bantuan menggunakan atap atau genting berbahan dasar limbah daur ulang yang diproduksi oleh PT JOS.

Baca Juga: Parkir Liar di Jalan Pasar Kembang Diduga Difasilitasi Oknum Jukir, Ratusan Kendaraan Ditilang selama Long Weekend

Material tersebut dibuat dari berbagai sampah bekas seperti botol plastik, kemasan minuman, hingga bungkus saset yang selama ini banyak ditemukan di lingkungan masyarakat.

Hasto menjelaskan, bahan baku limbah tersebut dibeli langsung oleh PT JOS dari masyarakat Kota Jogja. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

“Ini menjadi bukti bahwa sampah kalau dipilah dengan baik bisa membawa berkah bagi masyarakat. Maka saya minta masyarakat terus membiasakan memilah sampah dari rumah tangga,” katanya.

Baca Juga: Jelang Idul Adha Pasar Hewan Siyonoharjo Diserbu Peternak, Paling Jauh dari Karanganyar: Pemkab Tegaskan Wajin Miliki SKKH

Ia menambahkan, penggunaan material hasil daur ulang tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Jogja dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung ekonomi sirkular di Kota Jogja.

Hasto juga memastikan kualitas genting berbahan limbah daur ulang tersebut sangat kuat dan aman digunakan sebagai material bangunan rumah. Bahkan, pihak produsen berani memberikan garansi hingga 10 tahun untuk penggunaan atap tersebut.

“Ini bukan barang murahan atau kualitas rendah. Justru sudah melalui proses pengujian dan kualitasnya bagus. Bahkan ada garansi sampai 10 tahun,” jelasnya.

Baca Juga: Pembangunan PSEL Tertunda, Pemkab Bantul Optimalisasi TPST dan TPS3R untuk Pengolahan Sampah

Sementara itu, perwakilan PT JOS Prima Kurniawan mengatakan, material atap berbahan limbah daur ulang itu telah melalui berbagai tahapan pengujian ketahanan dan kualitas.

Bahan baku utama berasal dari sampah kemasan seperti bungkus saset, botol minuman plastik, dan berbagai kemasan bekas lainnya yang kemudian diolah menggunakan teknologi tertentu hingga menjadi material bangunan yang kuat dan tahan lama.

“Material ini sudah diuji dan terverifikasi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitasnya,” bebernya.

Baca Juga: Perda Baru KTR Ditarget Berlaku Tahun Ini, Dewan Ungkap Ada Potensi Sanksi Lebih Kejam Bagi Pelanggar 

Prima menambahkan, selain ramah lingkungan, genting berbahan daur ulang tersebut memiliki sejumlah keunggulan dibanding material konvensional.

Salah satunya mampu meredam panas dengan lebih baik sehingga suhu di dalam rumah terasa lebih sejuk.

Tak hanya itu, material tersebut juga mampu mengurangi suara bising saat hujan turun. “Kelebihannya selain lebih ramah lingkungan juga bisa meredam panas dan suara air hujan. Jadi rumah terasa lebih nyaman,” tambahnya. (wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#genting daur ulang #ramah lingkungan #bedah rumah #sampah plastik #Pemkot Jogja