Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masyarakat Diminta Waspada, Puting Beliung Intai Jogjakarta selama Peralihan Musim

Iwan Nurwanto • Minggu, 3 Mei 2026 | 20:15 WIB
PERALIHAN MUSIM: Pengendara motor melintas berlatar langit dengan gumpalan awan mendung di kawasan Wedomartani, Ngemplak, Sleman Rabu (9/10/2024).
PERALIHAN MUSIM: Pengendara motor melintas berlatar langit dengan gumpalan awan mendung di kawasan Wedomartani, Ngemplak, Sleman Rabu (9/10/2024).

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung mengintai selama peralihan musim.

Kepala Kelompok Analisis dan Prakirawan BMKG Yogyakarta International Airport (YIA) Romadi mengatakan, puting beliung berkaitan erat dengan terbentuknya awan cumulonimbus. Selama masa peralihan musim penghujan menjadi kemarau seperti sekarang, awan tersebut akan sering muncul.

Baca Juga: Empat Wisatawan Tenggelam di Pantai Parangtritis setelah Masuk Area Rip Current, Seluruhnya Berhasil Selamat

“Dari pembentukan awan cumulonimbus itu biasanya dapat muncul potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan lebat, atau puting beliung,” ujar Romadi saat dikonfirmasi, Minggu (3/5).

Adapun awan cumulonimbus biasanya memiliki bentuk melebar dan menjulang tinggi serta kerap berwarna gelap. Awan tersebut terbentuk melalui proses konveksi yang kuat. Yakni udara hangat dan lembab naik dengan cepat ke atmosfer. 

Romadi mengakui, kemunculan awan cumulonimbus di masa peralihan musim sering terjadi tiba-tiba. Misalnya pada pagi dan siang hari kondisi cuaca panas terik. Namun memasuki sore hari  cuaca bisa berubah menjadi hujan.

Baca Juga: Plafon UKS SDN Minomartani 2 Ambrol sejak 1,5 Tahun Lalu, Sekolah Buat Ruang Sementara di Perpustakaan

“Fenomena puting beliung masih agak sulit untuk diprediksi, yang bisa kami prediksi hanya potensi munculnya awan,” bebernya.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Feriomex Hutagalung menambahkan, pembentukan awan hujan untuk beberapa hari ke depan diprediksi meningkat. Lantaran terpantau Gelombang Equatorial Rossby yang  masih aktif.

Menurutnya, fenomena tersebut memungkinkan adanya peningkatan pertumbuhan hujan di wilayah Pulau Jawa. Apalagi dengan suhu muka air laut yang mencapai 30 derajat celcius dengan kelembaban udara sebesar 50-90 persen.

“Masyarakat kami himbau agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrim serta perubahan cuaca yang signifikan secara tiba tiba,” pesannya. (inu)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#awan cumulonimbus #puting beliung #BMKG Jogjakarta #peralihan musim