JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali mematok target penurunan prevalensi stunting menjadi lima persen. Upaya ini diperkuat dengan program Gerakan Mengonsumsi Protein (Gembrot) yang menyasar kelompok rentan. Seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia di bawah dua tahun.
Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian Pangan (DPP) Kota Jogja Ashardini Eka Setianingsih menjelaskan, program tersebut mulai dilaksanakan pada tahun 2020 lalu. Menindaklanjuti belum maksimalnya konsumsi protein di masyarakat. Padahal bahan pangan mengandung protein berperan penting dalam penurunan stunting.
Baca Juga: Partai Ummat Konsolidasi Nasional di Sleman, Targetkan Menang Pemilu 2029 dan Gunakan Teknologi AI
Menurutnya, kurangnya konsumsi protein di masyarakat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Bisa dikarenakan minimnya kelompok pangan sumber protein. Namun juga dapat dikarenakan faktor ekonomi atau kurangnya edukasi.
Sehingga program pendampingan pangan perlu dilakukan. Bentuknya dengan bimbingan teknis (bimtek) Gembrot yang digelar di 14 kemantren pada April lalu.
Baca Juga: PSS Sleman Resmi Naik Kasta ke Liga 1, Ini Tanggapan DPRD Sleman untuk Super Elja
“Ada masyarakat yang secara ekonomi kesulitan mengakses pangan bergizi, tetapi ada juga yang sebenarnya mampu, namun kurang pengetahuan sehingga pola konsumsi anak tidak sehat,” ujar Ashardini kemarin (3/5).
Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Tiga Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Jogja Tolok Triasih menilai, edukasi terhadap protein tidak bisa fokus hanya pada bahan pangan saja. Namun perlu pemahaman dalam hal teknik pengolahan atau memasak.
Baca Juga: Kalahkan Persiku Kudus, Persipura Jayapura Akan Tantang Adhyaksa FC di Playoff Promosi
Tolok menyebut, jika teknik bahan pangan sumber protein benar maka memasak bisa lebih efektif dan efisien. Disisi lain juga meningkatkan minat anak-anak rentan stunting untuk mengonsumsi makanan bergizi.
“Masyarakat diharapkan tidak hanya memahami pentingnya protein, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi menu yang beragam, bergizi seimbang, dan aman,” katanya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita