JOGJA – Pemkot Jogja tetap optimistis target PAD sebesar Rp 989 miliar tahun ini tercapai. Meski dibayangi kunjungan wisatawan ke Taman Pintar Jogja sebagai salah satu penyumbang pendapatan daerah. Akibat dampak penutupan TKP Senopati.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jogja Raden Roro Andarini mengatakan, capaian pendapatan daerah telah menyentuh 27 persen dari target atau sekitar Rp 267 miliar hingga Maret.
Andarini mengaku optimistis target tersebut bisa tetap tercapai kendati menghadapi tantangan penurunan pendapatan.
Pun pemkot juga telah melakukan langkah mitigasi dengan menyiapkan rekayasa transportasi.
Berupa skema angkutan pengunjung Taman Pintar dari tempat TKP Ngabean dan Eks Menara Kopi menggunakan bus milik pemkot.
Di samping itu, disiapkan kerja sama dengan swasta dan BUMD untuk penyediaan shuttle bagi pengunjung.
“Intinya, kami berkomitmen agar dalam kondisi apapun PAD tidak turun,” ujar Andarini saat ditemui di sela pelantikan pejabat yang diselenggarakan di Bantaran Sungai Winongo, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: ADD 2026 Disunat, Pemdes di Kebumen Kelimpungan, Minta Pemkab Konsisten pada Kebijakan Anggaran
Sebagaimana diketahui, kunjungan wisatawan ke Taman Pintar diprediksi merosot imbas penutupan TKP Senopati bagi bus pariwisata.
Kebijakan tersebut berlaku sejak 14 Februari 2026. Sebagai upaya menjaga kawasan sumbu filosofi dari gangguan lalu lintas akibat aktivitas kendaraan besar.
Andarini yakin, lewat skema penjemputan wisatawan Taman Pintar dari kantong parkir target PAD tahun ini bisa tetap tercapai. Minimal dapat sama dengan capaian pada tahun sebelumnya yang menyentuh angka Rp 1,18 triliun.
“Perlu dicatat bahwa 70 persen dari jumlah tersebut disumbang oleh pajak daerah,” terangnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja Karmila menyampaikan, penutupan TKP Senopati berimbas pada menurunnya kunjungan Taman hingga 15 persen. Persentase itu setara dengan 26.580 wisatawan pada triwulan pertama.
Karmila menyebut, penurunan wisatawan sangat terasa pada kategori rombongan yang menggunakan bus-bus pariwisata.
Baca Juga: Pastikan Indeks Kualitas Udara Baik, Seribu Kendaraan Jadi Target Uji Emisi di Sleman
Lantaran mereka kesulitan untuk mendapatkan kantong parkir. Dia berharap strategi penjemputan wisatawan dari kantong parkir bisa mengantisipasi penurunan lebih banyak lagi.
“Saat ini strategi Taman Pintar adalah melakukan antar-jemput rombongan dari dan ke area parkir dengan minibus dan elf yang ada,” katanya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita