JOGJA - Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengambil langkah tidak biasa dalam pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja. Para aparatur sipil negara (ASN) diambil sumpahnya sebagai pengawas, kepala puskesmas, direktur dan dewan pengawas badan usaha milik daerah (BUMD) di Sungai Winongo Selasa (28/4).
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, prosesi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap budaya kerja para ASN yang selama ini hanya bekerja dari balik meja kantor. Lewat pelantikan di tengah-tengah permukiman padat penduduk bantaran sungai ini, Hasto berharap para pejabat bisa lebih memahami kondisi masyarakatnya.
Hasto pun ingin, momentum tersebut juga bisa mengubah pola pikir pejabat yang selama ini hanya menganggap pekerjaan mereka sekadar administratif. Padahal, pejabat pemerintah harus benar-benar memahami kondisi lapangan. Oleh karena itu dipilihlah lokasi pelantikan di bantaran sungai yang kental dengan kesan kumuh.
"PNS itu banyak yang sudah lama menjabat tapi tidak pernah melihat masyarakat atau turun ke lapangan. Itu kritik saya," ujar Hasto seusai pelantikan.
Hasto berharap, momen pelantikan ini dapat memupuk profesionalitas para ASN. Dia meminta para pejabat mengembangkan empati dan jiwa kedermawanan.
Salah satu pejabat yang dilantik Raden Roro Andarini menyebut, langkah wali kota merupakan bentuk konsistensi dalam memimpin yang selalu berorientasi pada masyarakat dan lingkungan hidup.
Baca Juga: Kabupaten Magelang Darurat Hama Kera, Serangan Masif Meluas dari Lereng Merapi hingga Menoreh
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jogja yang dilantik sebagai Dewan Pengawas PT BPR Bank Jogja ini pun memahami pentingnya para pegawai melihat sisi lain dari keramaian kota. "Di antara ASN yang segini banyak, mungkin ada yang belum pernah datang ke tempat ini untuk melihat sisi lain kota. Ternyata di pinggir-pinggir sungai masih banyak hal yang perlu kami perbaiki bersama," bebernya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita