JOGJA - Ekosistem pekerja kreatif di Kota Jogja kini memiliki peluang menembus pasar luar negeri. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja diketahui menjalin kerja sama dengan salah satu agensi talenta lokal bernama Jogja Spark.
Agensi yang berkantor di Pusat Desain Industri Nasional, Terban itu digadang-gadang mampu menyalurkan jasa pelaku usaha kreatif ke New York, Amerika Serikat.
Baca Juga: Tekan Kenakalan Remaja, Dewan Dorong Penguatan Nilai Welas Asih di Sekolah dan Aturan Jam Malam
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto Raharjo mengatakan, wilayahnya memiliki potensi pekerja kreatif yang bisa dimanfaatkan oleh klien luar negeri. Namun sampai saat ini mayoritas bekerja otodidak atau tidak memiliki sertifikat. Padahal sertifikasi merupakan salah satu unsur meningkatkan daya jual pekerja kreatif lokal.
Oleh karena itu, Totok sapaannya berharap, lewat kerja sama dengan Jogja Spark bisa membantu para pekerja kreatif menemukan pasar internasional. Sekaligus dapat memberi pelatihan dan sertifikasi bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan agar memiliki peluang bekerja.
“Angka pengangguran di Jogja lumayan, jadi inkubasi di sini bisa diharapkan bisa berkontribusi mengatasinya,” ujar Totok di sela peresmian Jogja Spark.
Sementara itu, CEO Jogja Spark Imat Badruddin mengungkapkan, peluang pekerja kreatif untuk mendapatkan klien dari New York, Amerika Serikat cukup besar. Misalnya pada sektor penyusunan kampanye marketing, pembuatan brand, promosi wilayah, penyediaan solusi teknologi informasi, hingga pengembangan berbagai aplikasi.
Baca Juga: Overstay, WNA Jerman Pengamen 'Punk' Diringkus di Gubuk Semipermanen di Kawasan Pantai Parangtritis
Imat mengklaim, Jogja Spark menawarkan akses langsung bagi para pekerja kreatif ke pusat bisnis di Amerika Serikat. Menurutnya Negeri Paman Sam memiliki pasar yang sangat bagus bagi pekerja kreatif asal Indonesia.
Selain fokus pada pasar global, Imat menekanan Jogja Spark juga berfungsi sebagai wadah kurasi agar talenta Indonesia memiliki daya saing tinggi. Dengan sistem kurasi yang ketat, pihak pengguna jasa baik dari sektor swasta, BUMN, BUMD, maupun pemerintah tidak perlu lagi merasa kesulitan dalam proses rekrutmen.
"Posisi Jogja sudah cukup terkenal dengan potensi kreatifnya. Kami berharap bisa berkolaborasi tidak hanya dengan pemerintah Jogja, tetapi juga dengan seluruh pemerintahan di Indonesia,” katanya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita