JOGJA -Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali menata kawasan bantaran sungai. Pada pekan ini, pembersihan menyasar kawasan bantaran Sungai Winongo, setelah sebelumnya dilakukan di Sungai Code.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, pembersihan tersebut dilakukan sebagai upaya pengembalian fungsi bantaran Sungai Winongo sebagai paru-paru kota.
Sekaligus menjadi peningkatan keamanan kawasan pinggir sungai agar terbebas dari bencana longsor.
Baca Juga: UU PPRT Baru Saja Disahkan DPR, Bupati Gunungkidul: Ubah Stigma Perempuan Gunungkidul
Hasto menegaskan, pihaknya telah menjadwalkan penataan bantaran sungai dengan alat berat pada Jumat (24/4/2026) mendatang.
Penggunaan alat berat difungsikan untuk pengerukan sedimen sampah dan pembongkaran bangunan liar yang menyalahi aturan tata ruang sungai.
Menurutnya, di kawasan bantaran sungai sampai saat ini masih banyak masyarakat yang mendirikan bangunan liar seperti kandang ayam dan keramba ikan.
Penertiban bangunan liar tersebut juga bertujuan untuk mewujudkan kawasan bantaran sungai yang bersih dan asri.
Baca Juga: Mengerikan! Saksi Sempat Rebut Gunting saat Pelaku Berupaya Lukai Telinga Korban di Gadung Mlaten
“Karena alangkah indahnya jika sungai-sungai di Kota Jogja itu bersih, lalu bisa menjadi tempat wisata untuk bermain perahu dan sebagainya,” ujar Hasto di Balai Kota Jogja, Rabu (22/4/2026).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akhsanti menyampaikan, pada Jumat (24/4/2026) ada tiga titik fokus pembersihan. Untuk sisi selatan berada di kawasan Bendung Tanjung.
Kemudian sisi barat di bantaran Sungai Winongo yang masuk wilayah Patangpuluhan (Wirobrajan).
Sementara sisi timur fokus pembersihan berada di bantaran sungai yang masuk di wilayah Gedongkiwo (Mantrijeron).
Dia menyampaikan bahwa, berdasarkan hasil pengawasan ada sekitar 28 titik bangunan liar di bantaran Sungai Winongo. Semuanya merupakan kandang-kandang ayam milik masyarakat sekitar sungai.
“Sebagian masyarakat sudah mulai membongkar sendiri. Mereka membongkar mulai Jumat kemarin (pekan lalu),” beber Umi.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro menegaskan bahwa keberadaan bangunan liar di sepanjang bantaran sungai telah mengganggu keseimbangan ekosistem dan fungsi sungai.
Sehingga memang sudah seharusnya ditertibkan supaya sungai bisa kembali berfungsi optimal. “Kami ingin Sungai Winongo menjadi bersih dan tertata,” tegasnya. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita