JOGJA - Momentum peringatan Hari Kartini setiap 21 April membawa berkah tersendiri bagi perajin kebaya. Pesanan salah satu pakaian tradisional itu diketahui melonjak drastis pada hari besar nasional yang identik dengan perjuangan perempuan tersebut.
Hal itulah yang dirasakan oleh R Ay Sekarlangit Dewandaru Aisha Puri, pemilik usaha jahit kebaya House of Iza itu mengaku mendapat pesanan pembuatan kebaya cukup banyak di momentum Hari Kartini. Lonjakan tersebut tampak dari jadwal fitting atau pengepasan baju yang meningkat drastis.
“Kalau hari biasa dalam seminggu mungkin ada belasan kali fitting, tapi saat momentum Kartini seperti sekarang bisa sampai beberapa puluh kali dalam seminggu,” ujar Sekarlangit Selasa (21/4).
Dia menyampaikan, peningkatan pesanan pembuatan kebaya juga berdampak pada meroketnya omzet usaha yang naik hingga 70 persen. Jika pada bulan biasa pendapatan House of Iza diketahui mencapai kisaran Rp 20 juta. Sementara di momentum peringatan Hari Kartini menyentuh hingga Rp 30 juta.
Sekarlangit mengungkapkan, bahwa pelanggan yang membuat kebaya di usahanya juga tidak hanya datang dari wilayah Kota Jogja. Namun juga dari lingkungan pejabat pemerintahan di kabupaten di DIY. Tujuannya sebagai pakaian yang digunakan untuk kegiatan upacara resmi.
Perihal model yang diminati, menurutnya pada momen Hari Kartini mayoritas pelanggan tetap memilih gaya klasik yang sesuai pakem sejarah. Bukan model modifikasi seperti kebaya yang sering digunakan untuk upacara pernikahan atau Hari Raya Idul Fitri.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Bagel Lezat di Jogja, Ide Sarapan Santai di Akhir Pekan
“Modelnya standar pakem, yaitu model kebaya Kartini dengan paduan rok wiru Jawa. Jadi bukan model modifikasi atau modern, karena menyesuaikan dengan apa yang dikenakan oleh Raden Ajeng Kartini dulu," ungkapnya.
Di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja, Wakil Wali Kota Wawan Harmawan meminta agar Hari Kartini tidak hanya sekedar peringatan seremonial. Namun harus diimplementasikan sebagai momen untuk menghargai peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini harus terus dihidupkan dalam kehidupan modern seperti sekarang. Bentuknya bisa dengan menerapkan nilai-nilai keberanian untuk belajar, bermimpi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Momentum ini bukan hanya untuk mengenang sosok Kartini, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus melanjutkan semangat perjuangannya, yaitu semangat untuk belajar, berani bermimpi, dan berkontribusi nyata,” pesan Wawan. (inu)
Editor : Sevtia Eka Novarita