JOGJA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) segera menindaklanjuti terkait adanya perbedaan harga minyak merek MinyaKita Kita di Kota Jogja. Operasi Pasar akan dilakukan khususnya di Pasar Kranggan Jogja.
"Khusus di Pasar Kranggan memang ada yang jual di atas HET karena kulakan sudah Rp19.500,00, nanti diupayakan bisa dapat jatah operasi pasar MinyaKita," ujarnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yuna Pancawati saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, mayoritas harga MinyaKita di pasar rakyat wilayah DIY masih aman dan tidak melebihi Harga Ecer Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700. Ia akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan di setiap kabupaten/kota agar para pedagang tidak menjualnya melebihi HET.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan BUMN Pangan seperti Bulog dan RNI untuk penyaluran MinyaKita di pasar rakyat," bebernya.
Mulai bulan April, ia berkomitmen akan menggencarkan operasi pasar di pasar rakyat, khususnya untuk menjamin ketersediaan stok dan keterjangkauan harga MinyaKita.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan telah mendapatkan laporan kaitannya dengan dropping MinyaKita dari Bulog DIY pada pekan ini.
Misalnya di Pasar Wates, Kulon Progo telah didropping sebanyak 180 dus, Pasar Prawirotaman, Jogja 675 dus, Pasar Imogiri, Bantul 570 dus dan Pasar Pantauan Sleman sebanyak 460 dus.
"Itu salah satu cara untuk menjaga stok," ujarnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin