JOGJA- Ada tren kenaikan kasus virus campak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pasca Lebaran tahun ini. Salah satu faktornya diduga karena tingginya pergerakan masyarakat saat libur panjang yang menyebabkan potensi penularannya juga tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Gregorius Anung Trihadi mengatakan data terakhir per tanggal 6 April ada sebanyak 122 kasus campak di DIY. Ada penambahan sekitar 28 kasus jika dibandingkan data sebelum Lebaran.
"Sebelum lebaran itu 94 kasus. Sebenarnya tidak terlalu banyak ya naiknya," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (17/4).
Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular. Penularannya bisa melalui percikan air liur atau droplet saat penderitanya bersin atau batuk. Gejalanya biasa ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam kemerahan di tubuh.
Baca Juga: Longsor Susulan Tutup 70 Persen Jalan Baru Clongop, Akses Gedangsari-Klaten Berlaku Buka Tutup
"Status campak di DIY memang ada, ini memang suatu penyakit yang kemudian kami pantau, selalu kami pantau melalui SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon)," bebernya.
Virus tersebut berpotensi menimbulkan wabah. Namun, kenaikan di DIY diklaim tidak terlalu tinggi. Sebab, pemberian vaksinasi kepada masyarakat sudah masif.
"Vaksinasi MR (Measles-Rubella) kita itu yang pertama angkanya sudah di atas 98%, vaksinasi kedua itu 96%," jelasnya.
Ia menegaskan, tidak ada kasus campak yang menyebabkan kematian di DIY. Pasien biasanya hanya membutuhkan perawatan ringan hingga rawat jalan. Walaupun diakui beberapa juga ada yang menjalani rawat inap.
Virus campak, lanjutnya, masuk kategori penyakit yang cepat menular. Terlebih di lokasi yang banyak kerumunan orang. Salah satu faktornya juga karena libur panjang Lebaran yang menimbulkan tingginya pergerakan masyarakat.
Baca Juga: Sama-sama Berasa Asin, Mengenal Jenis Garam yang Bisa Digunakan untuk Memasak !
"Kan kemarin banyak nih yang di luar itu kan kasus campak, Itu datang ke DIY. Nah, itu kan potensi itu ada," tuturnya.
Kemudian, faktor utama penyebab kenaikan virus tersebut juga dilihat dari daya tahan tubuh masing-masing individu. Antisipasi menaikkan daya tahan tubuh salah satunya bisa menggunakan vaksinasi campak.
"Vaksinasi MR wajib untuk anak 9 bulan dan 59 bulan minimal dua kali," ucapnya.
Beberapa kasus positif campak di DIJ terjadi pada anak dengan status imunisasi yang belum baik. Maka, Dinkes DIY terus menggencarkan vaksinasi kepada anak minimal dua kali.
"Jadi setiap penyakit yang berpotensi wabah itu terjadi ketika pergerakan penduduk yang masif, itu tetap punya risiko. Penyakit apa pun, termasuk TB dan sebagainya," ujarnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin