JOGJA- Perwakilan dari calon jemaah haji di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadiri agenda Pamit Haji di Kompleks Kepatihan Jogja, Rabu (15/4/2026). Dari ribuan masyarakat yang akan berangkat, ada jemaah termuda berusia 14 tahun dan paling tua berusia 102 tahun.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan total jumlah jemaah haji yang berangkat dari DIY sebanyak 3.830 jemaah. Kemudian petugas pendamping kloter ada sebanyak 62 petugas yang terdiri dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan petugas haji DIY.
"Jemaah termuda atas nama Fania Ulaya asal Bantul umur 14 tahun, dia menggantikan pelimpahan porsi haji dari orang tua yang meninggal," ujarnya saat ditemui seusai acara Agenda Pamitan Haji DIY di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Jogja, Rabu (15/4/2026).
Selain termuda, dalam data calon jemaah haji yang berangkat tahun ini juga ada jemaah dengan usia paling tua yakni berumur 102 tahun atas nama Mardijono Karto Sentono asal Piyungan, Bantul. Seluruh jemaah terbagi dalam 11 kloter dengan dua gelombang pemberangkatan.
Baca Juga: Fakta-fakta di Balik Ikan Sapu-sapu yang Menjadi Hama Perairan Merusak Ekosistem Sungai
"10 kloter masuk gelombang 1 mendarat di Madinah, 1 kloter gabungan DIY dan Jawa Tengah masuk gelombang 2 mendarat di Jeddah," bebernya.
Para jemaah akan mulai berangkat pada tanggal 21 April melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo sebagai lokasi embarkasi haji berbasis hotel pertama di Indonesia. Setelah sampai di Makkah, para jemaah ditempatkan di hotel yang berjarak sekitar 2 sampai 3,5 kilometer dari Masjidil Haram.
"Mereka akan difasilitasi Bus Shalawat 24 jam. Seluruh jemaah telah diberikan bimbingan manasik haji sebanyak 5 kali secara luring dan 26 kali secara daring," tuturnya.
Tahun ini, lanjutnya, kuota jemaah haji di DIY mendapatkan tambahan sebanyak 601 jemaah. Artinya ada peningkatan jumlah dibandingkan tahun sebelumnya. Semula sejumlah 3.147 jemaah, menjadi 3.748 jemaah. Dari jumlah tersebut di dalamnya ada kuota prioritas haji lansia sebanyak 5% atau 187 jemaah.
Baca Juga: Info Ala Honda Istimewa, Tampil Lebih Ekspresif dengan Naked Handlebar Honda Vario 125 Street
"Sebanyak 101 jemaah adalah jemaah mutasi dari luar DIY, sementara 21 jemaah mutasi ke luar DIY," jelasnya.
Wakil Gubernur DIY GPAA Paku Alam X mengatakan musim haji tahun ini istimewa karena pertama kalinya ditangani oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Tentu ini menjadi babak baru dalam tata kelola pelayanan haji nasional,yang kita harapkan semakin profesional, tertata, dan berorientasi pada kemaslahatan jamaah.
"Musim ini juga jemaah DIY diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta dan juga akan merasakan pengalaman baru melalui penerapan model hotel haji, yang merupakan inovasi baru dan yang pertama di Indonesia," ujarnya.
Ia berpesan kepada para jemaah untuk selalu menjaga kesehatan. Terlebih di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang sedang terjadi. Arahan para petugas diminta untuk dipatuhi agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dan tertib.
Calon Jemaah Haji asal Sleman Yudi Mulyadi mengatakan dirinya akan berangkat ibadah haji bersama dengan istrinya. Walaupun meninggalkan empat anaknya, ia mengatakan bahwa telah siap untuk berangkat ke tanah suci Makkah.
Baca Juga: Keluhkan Mual Muntah Diare, 75 Siswa di SMP Negeri 3 Jetis Bantul Diduga Keracunan MBG
"Memang kegalauan, ini memang ujian juga bagi kami, tapi insya Allah (anak-anak) nanti ada keluarga yang mengurus sementara," ujarnya.
Ia mendaftar haji pada tahun 2012. Ada sekitar 14 tahun ia menantikan bisa berangkat untuk memenuhi rukun Islam tersebut. Ia juga sudah mempersiapkan fisik dan stamina. Bahkan, ia menyadari situasi di Timur Tengah sedang konflik, namun ia tidak menghiraukannya dan niat untuk berangkat beribadah.
"Panggilan haji itu sama dengan panggilan kematian, itu sama, kalau memang ajalnya di sana ya sudah, bismillah." Ucapnya. (Oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin