Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tanggapi Dugaan Keracunan MBG di Jetis, Bantul, Koordinator Regional DIY Tegaskan SPPG Wajib Tegakkan SOP dengan Konsisten

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 15 April 2026 | 10:54 WIB
Ilustrasi siswa memakan menu MBG di Kulon Progo. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
Ilustrasi siswa memakan menu MBG di Kulon Progo. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 JOGJA - Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di wilayah Jetis, Bantul. Kejadian tersebut menjadi atensi serius, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menekankan penegakkan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara utuh dan konsisten. 

"Kami prihatin atas kejadian yang terjadi dan menegaskan bahwa setiap indikasi kejadian menonjol harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh jajaran," ujar Koordinator Regional DIY, L Wirandita Gagat Widyatmoko dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (15/4/2026). 

Menyikapi dugaan kejadian tersebut, ia menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap penerapan SOP pada SPPG.

Berdasarkan informasi awal yang ia dapat, ada 22 orang dengan gejala ringan dampak dari kejadian dugaan keracunan di Jetis, Bantul. 

"Regional DIY saat ini terus melakukan pemantauan dan pendalaman untuk memastikan penyebab kejadian secara komprehensif," bebernya. 

Baca Juga: Empat Bulan Setelah Raih Gelar MLS Bersama Inter Miami, Javier Mascherano Resmi Mengundurkan Diri

Ia mengaku telah berulang kali memberikan penekanan kepada seluruh SPPG untuk menegakkan SOP secara utuh dan konsisten.

SOP harus dijalankan dari tingkat SPPG hingga di penerima manfaat. Seluruh proses produksi, distribusi, hingga konsumsi, harus memedomani prinsip keamanan pangan siap saji.

“Kami sudah berkali-kali mengingatkan bahwa SOP harus dijalankan secara menyeluruh, tidak parsial.

 Ini bukan hanya soal kepatuhan administratif, tetapi menyangkut keselamatan penerima manfaat,” tandasnya.

Kejadian tersebut, lanjutnya, tidak dapat dipandang dari besar atau kecilnya angka yang terdampak. Namun, itu harus dipandang dari tujuan dari program yang juga terdampak. Program MBG hadir untuk meningkatkan status gizi, bukan justru menimbulkan dampak negatif yang tidak diharapkan. 

“Bukan soal angka besar atau kecil, tetapi bagaimana program ini tidak menjadi kontraproduktif," tegasnya. 

Baca Juga: Mikel Arteta Bersemangat Membawa Arsenal Raih Trofi dan Tegaskan Tidak Takut Meskipun Gagal

Seluruh SPPG di DIY diminta menjalankan fungsi edukasi gizi kepada para penerima manfaat. Selain itu, distribusi makanan juga wajib dipastikan benar-benar terjaga kualitas dan keamanannya.

"Regional DIY akan terus memperkuat pengawasan, pembinaan, serta evaluasi secara menyeluruh guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," jelasnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#keracunan mbg bantul #Standard Operating Procedure #keracunan mbg #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #Jetis Bantul