Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Penyakit Hewan Ternak yang Diwaspadai Jelang Idul Adha, Pemprov DIY Siapkan Puluhan Ribu Dosis Vaksin

Agung Dwi Prakoso • Senin, 13 April 2026 | 21:45 WIB
Ilustrasi Sapi terkena PMK.
Ilustrasi Sapi terkena PMK.

 JOGJA - Pemprov DIJ melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menggencarkan vaksinasi hewan menjelang Hari Raya Idul Adha. Hal itu bertujuan untuk antisipasi antraks, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan lainnya yang berpotensi menyerang hewan ternak.


Kepala DPKP DIJ Aris Eko Nugroho mengatakan vaksinasi dilakukan kepada hewan ternak yang masih sehat. Apabila hewan tersebut dalam kondisi sakit, ia menganjurkan untuk dirawat hingga sembuh terlebih dahulu.

Baca Juga: Kulon Progo Kekurangan Vaksin PMK, Andalkan Pemerintah Pusat Cuma Peroleh 13 Ribu Dosis Tahun Ini  


"Total ada 52.000 dosis vaksin PMK yang kami siapkan," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (13/4). Vaksin itu akan dibagikan di lima kabupaten/kota di DIJ. Ia mengeklaim sampai saat ini sudah lebih dari 50 persen jumlah vaksin telah disuntikkan ke hewan ternak. 


Target vaksinasi tahun 2026 mencapai 104.000 dosis. "Sampai saat ini sudah 37.880 ekor hewan yang tervaksin," bebernya.

Baca Juga: Tim Mahasiswa UGM Boyong Kejuaraan Kompetisi Internasional di Jepang, GMAT Lawannya Ada 738 Tim dari Berbagai Negara


PMK merupakan salah satu virus akut yang sangat menular pada hewan berkuku belah/genap seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Penyakit tersebut ditandai dengan lepuh pada mulut/lidah dan kuku, demam tinggi, serta liur berlebih.


"Tahun 2026 terlaporkan 299 kasus penyakit PMK dengan delapan kematian dan 277 sudah sembuh,” ucapnya.


Selain PMK, pihaknya juga menyoroti adanya potensi penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Dalam laporan yanng ia dapat, ada 10 kasus ditemukan di Bantul dan satu di Sleman. Penyakit itu sering disebut lato-lato. Penyakit kulit infeksius pada sapi dan kerbau yang disebabkan Lumpy Skin Disease Virus (LSDV). 

Baca Juga: Bangunan Bekas Kandang Puyuh di Sleman Terbakar, Kerugian Capai Rp 20 Juta


Biasanya hewan yang terjangkit ditandai dengan benjolan keras pada kulit, demam, dan penurunan produktivitas. “Langkah penanganan dan antisipasinya tentu seperti arahan pusat, yakni hewan sakit diobati, hewan sehat divaksinasi,” paparnya.


Penyakit lainnya yang perlu diwaspadai menjelang Hari Raya Idul Adha ialah virus antraks. Penyakit itu merupakan infeksi akut dan fatal yang disebabkan oleh bakteri dan bisa menular hingga ke manusia. Penyakit ini ditandai dengan kematian mendadak pada hewan, sering kali mengeluarkan darah gelap dari lubang hidung, mulut, dan anus.


"Kami menyiapkan 4.000 dosis vaksin antraks bersumber dari APBD DIJ dan masih akan mendapat tambahan dari pusat," tuturnya.


Kasus antraks, lanjutnya, masih ditemukan pada Januari lalu. Kasus dilaporkan berasal dari Gunungkidul, tepatnya di Dadapayu, Semanu, dan Nglindur Kulon, Girisubo. Ia dan tim lapangan telah mengendalikan adanya temuan kasus tersebut.

Baca Juga: Lagi-Lagi Tidak Diberi Sanksi Pidana maupun Denda, Satpol PP Bantul Hanya Tegur Pengamen dan Pengemis


Langkah antisipasi yang dilakukan untuk menghindari tiga penyakit hewan ternak itu adalah dengan melaksanakan agenda pengobatan, vaksinasi, penyemprotan disinfektan, dan sosialisasi ke masyarakat. Pihaknya bekerja sama dengan instansi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melakukan agenda itu.


Peternak dan pembeli hewan kurban diimbau untuk mewaspadai potensi penyakit pada hewan kurban, dengan memastikan kondisi kesehatan hewan dan menjaga kebersihannya. "Lalu lintas ternak juga mulai lebih diketatkan di setiap titik menjelang periode kurban," jelasnya. (oso/laz)

Editor : Herpri Kartun
#VAKSINASI HEWAN #Kasus Penyakit Mulut dan Kuku #Pemprov DIJ #DPKP #PMK