JOGJA - Anomali cuaca berupa panas dan hujan yang cepat berganti terjadi di wilayah DIY. Fenomena yang terjadi karena masa pancaroba ini pun diprediksi masih akan terjadi hingga Mei.
"Mungkin perkiraannya sampai Mei awal atau pertengahan," sebut Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Agustinus Ruruh Haryata Minggu (12/4).
Baca Juga: Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Diharapkan Bawa Ribuan Orang ke Magelang
Hujan lebat yang sebelumnya terjadi pada Sabtu (11/4), hampir terjadi di seluruh kabupaten/kota di DIY. Wilayah yang paling terdampak adalah Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. "Di Sleman berdasarkan laporan dampak cuaca ekstrem melanda Kapanewon Depok, Kalasan, dan Ngemplak," rincinya.
Detailnya berupa satu titik rumah rusak, enam titik pohon tumbang, satu jaringan listrik rusak, satu unit sepeda motor rusak, dua titik akses jalan tersendat, dan satu tempat usaha rusak.
Baca Juga: Embarkasi Haji Berbasis Hotel Siap, YIA Pastikan Penerbangan Haji 2026 Dilakukan Secara Langsung ke Jeddah Atau Madinah
Sementara di Kota Jogja, ada empat kemantren yang terdampak. Yakni Gondomanan, Gondokusuman, Kotagede, dan Umbulharjo. Ada dua titik pohon tumbang, dua sungai meluap, satu tempat usaha rusak, satu akses jalan tersendat, dan tujuh rumah tergenang air.
"Di Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo sampai tadi malam pukul 21.00 belum ada laporan," ungkapnya.
Baca Juga: Pengerjaan Proyek Jembatan Kewek Mundur di Bulan Mei, Awal Tahun Depan Baru Bisa Digunakan
Upaya yang telah dilakukan di lokasi terdampak di antaranya pembersihan, pemberian logistik dan penanganan serta melakukan assesment. "Semuanya sudah dikondisikan, tim lapangan juga terus standby," ucapnya.
Ia mengimbau agar masyarakat selalu waspada dengan kondisi cuaca beberapa hari ke depan. Terlebih mereka yang bermukim di sekitaran sungai. "Biasanya sudah ada EWS dan relawan sudah siap," tandasnya. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita