JOGJA - Siswa SMA Muhammadiyah 3 Jogjakarta yang sebelumnya viral soal dia dicopot sebagai ketua OSIS akibat mengkritik program makan bergizi gratis (MBG) muncul ke permukaan. Sosok yang diketahui bernama Bayu Elnino itu justru mengeluarkan video klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya @bayuekni.
Dalam video berdurasi 2 menit 23 detik itu, Bayu menyampaikan bahwa dirinya merupakan orang yang telah membuat narasi di media sosial tentang ketua OSIS dikudeta karena mengkritik program MBG.
Baca Juga: Warga Keluhkan Bau dan Lalat, DLH Sleman Tutup Penyedia Jasa Pengelola Sampah di Mlati
Bayu menegaskan, klarifikasi tersebut dibuat tanpa paksaan dari pihak mana pun. Serta memastikan bahwa di SMA Muhammadiyah 3 Jogjakarta tidak ada organisasi OSIS dan dia sedang tidak menjabat dalam organisasi apa pun.
Dia juga mengaku, menerima manfaat program MBG saat duduk di bangku kelas 12. Serta memastikan tidak ada pihak dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang melakukan desakan kepadanya.
Kemudian, Bayu juga memastikan bahwa keterangan yang ada video terkait dengan kritik MBG tidak benar. Termasuk narasi pelengseran atau kudeta dari jabatan ketua OSIS.
“Tidak ada surat keputusan pemberhentian apa pun terkait dengan diri saya,” ujar Bayu dalam videonya.
Radar Jogja pun sudah berupaya mengonfirmasi kebenaran klarifikasi tersebut lewat pesan ke akun @bayuekni. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 3 Jogjakarta Muflikh Najib membenarkan, video klarifikasi tersebut dibuat oleh Bayu Elnino. Dia memastikan tidak ada tekanan atau intimidasi dari pihak mana pun perihal pembuatan video tersebut.
“Tidak ada tekanan. Kita memberikan mediasi saja,” ungkap Muflikh saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon.
Terkait dengan upaya dari pihak sekolah perihal pembinaan, Muflikh menyampaikan bahwa pihaknya akan mendampingi dan membina. Sekaligus meluruskan kegaduhan yang sudah terjadi di masyarakat.
Disinggung apakah pihak sekolah akan melakukan penelusuran terkait dengan video Bayu yang mengkritisi program MBG, dia mengaku masih menunggu arahan pimpinan. Lalu terkait dengan alasan siswanya membuat video kritik, sekolah menilai hal tersebut dilakukan karena siswa yang bersangkutan sedang terbawa suasana.
“Mungkin karena memang Mas Bayu itu dalam kondisi yang dia ikut aruslah, bahasanya gitu, terbawa suasana,” beber Muflikh. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita