JOGJA - Godzilla El Nino kini tengah ramai menjadi perbincangan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebut fenomena tersebut kemungkinan kecil terjadi di DIY.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, El Nino di Yogyakarta kemungkinan masuk kategori lemah selama periode Juli hingga September. Namun ada potensi El Nino masuk ke kategori menengah.
“Fenomena Godzilla El Nino tahun ini peluangnya kecil, kemungkinan prediksi kami bisa ke El Nino moderat atau sedang,” ujar Reni saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).
Dijelaskannya, Godzilla El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di atas rata-rata atau sangat kuat. Sehingga memungkinkan terjadinya kekeringan panjang atau ekstrem.
Selain dampak kekeringan, Godzilla El Nino juga dapat membuat suhu udara terasa sangat panas. Serta tidak menutup kemungkinan adanya krisis air bersih dan gagal panen pada daerah rawan kekeringan.
Menurut Reni, prediksi iklim di DIY pada musim kemarau tahun ini mempunyai sifat hujan bawah kering. Namun bersamaan dengan munculnya El Nino lemah hingga sedang.
Sehingga dimungkinkan ada dampak terhadap kekeringan, krisis air dan gagal panen. Tetapi tidak se-ekstrem jika terjadi Godzilla El Nino,.
“Untuk mengantisipasi krisis air dan gagal panen maka diperlukan mitigasi, salah satunya penyediaan pompa-pompa air guna mensuplai kebutuhan air,” pesannya.
Baca Juga: Kekurangan ASN, Pemkab Kulon Progo Dibebani PPPK untuk KDMP: Anggaran Cupet
Sementara itu, Kepala Kelompok Analisis dan Prakirawan BMKG Yogyakarta International Airport (YIA) Romadi menyampaikan suhu udara di DIY rata-rata berada di kisaran 32 derajat celcius. Suhu udara di DIJ diprediksi terus meninggi hingga bulan April karena memasuki musim kemarau.
“Peningkatan suhu maksimal bisa mencapai 33 celcius untuk wilayah DIY,” jelas Romadi. (inu)
Editor : Bahana.