JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat capaian vaksinasi campak atau Measles and Rubella (MR) belum mencapai sempurna.
Salah satu kendalanya karena masih ada orang tua yang belum sadar. Sehingga edukasi terus dilakukan.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, capaian imunisasi pada tahun lalu mencapai 96,63 persen.
Baca Juga: Sesi Satu Ludes dalam Setengah Jam, 16.000 porsi Disiapkan Semalam
Kemudian untuk imunisasi booster menyentuh 88,20 persen. Sementara imunisasi campak lewat program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) mencapai 96,20 persen.
Endang menyatakan, belum sempurnanya capaian imunisasi campak di Kota Jogja karena berbagai faktor.
Namun yang kerap ditemukan tiap tahun biasanya karena ada orang tua yang enggan anaknya untuk diimunisasi.
Kemudian faktor lain karena kondisi kesehatan anak yang tidak dapat menerima vaksinasi.
Menurutnya, dinkes telah berupaya untuk mengejar selisih vaksinasi. Misalnya lewat peran kader kesehatan untuk mengundang sasaran vaksinasi sampai mengajak langsung orang tua untuk datang ke puskesmas. Bahkan juga dilibatkan ahli anak hingga tokoh agama.
“Sudah diupayakan puskesmas melakukan promosi ke wilayah, kader juga sudah sering mengimbau,” ujar Endang saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah menyampaikan, saat ini ditemukan tujuh kasus campak di Kota Jogja.
Kasus yang ditemukan sudah dinyatakan sembuh dan tidak ada lonjakan.
Kendati demikian, upaya vaksinasi menjadi hal penting karena campak merupakan jenis penyakit yang belum ada obatnya.
Kemudian sangat mudah menyerang anak yang belum diimunisasi. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita