Yogyakarta – Kejadian mengejutkan terjadi di kawasan wisata Teras Malioboro 1 Jogja pada Senin (30/3/2026) pagi sekitar pukul 07.20 WIB.
Saluran limbah atau bio-filter di area kuliner lantai dasar meledak, mengakibatkan tiga wisatawan mengalami luka bakar dan kerusakan material lantai konblok yang terangkat.
Menurut keterangan Kasat Pol PP Kota Yogyakarta, Antonius Aris, ledakan diduga kuat dipicu oleh akumulasi gas metana akibat penyumbatan pada sistem pembuangan air limbah (bio-filter).
Penyumbatan tersebut menyebabkan fermentasi limbah dan penumpukan gas yang akhirnya meledak dari bawah tanah.
Baca Juga: Antisipasi Potensi Lonjakan Kasus Campak, Pemprov Jateng Perkuat Imunisasi dan Edukasi
"Ledakan berasal dari empat lubang saluran limbah yang meledak secara bersamaan. Akibat tekanan gas, material konblok lantai terangkat dan hancur," ujar Anton seperti dikutip dari berbagai sumber.
Ketiga korban merupakan satu keluarga asal Bangkalan, Madura, yang sedang berwisata di Malioboro.
Mereka mengalami luka bakar akibat paparan gas panas dan langsung mendapatkan pertolongan pertama di lokasi sebelum dibawa ke rumah sakit untuk perawatan intensif.
Polsek Gondomanan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap kronologi pasti.
Pihak pengelola Teras Malioboro dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta diminta segera melakukan perbaikan instalasi limbah agar kejadian serupa tidak terulang, terutama saat libur Lebaran yang biasanya meningkatkan volume pengunjung dan limbah.
Baca Juga: Arus Balik Libur Lebaran Selesai, Pemudik Masih Memadati YIA Kulon Progo
Kawasan Teras Malioboro yang merupakan destinasi wisata utama di Jogja saat ini ditutup sementara di area kuliner untuk proses pembersihan dan perbaikan. Pengunjung diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas keamanan.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi pengelola kawasan wisata untuk rutin memelihara sistem saluran limbah, terutama di lokasi ramai seperti Malioboro yang setiap hari dikunjungi ribuan wisatawan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin