News Sport Jogja 24 Jam Opini Weekend Visual Report

Berbasis Ilmiah Sebagai Metode Pengobatan Psikologi Klinis, Menepis Stigma Negatif Praktik Hipnoterapi

Agung Dwi Prakoso • 2026-03-29 13:03:07
KOLABORASI: UGM dan IHC dalam Pelatihan Sertifikasi Hipnoterapi Klinis Transpersonal di Fakultas Psikologi UGM, Sabtu (28/3/2026). (Istimewa)
KOLABORASI: UGM dan IHC dalam Pelatihan Sertifikasi Hipnoterapi Klinis Transpersonal di Fakultas Psikologi UGM, Sabtu (28/3/2026). (Istimewa)

SLEMAN- Seiring berjalannya waktu, praktik hipnoterapi mulai diakui menjadi salah satu metode pengobatan psikologi klinis dengan berdasar pada bukti ilmiah.

Salah satu indikatornya adalah adanya Pelatihan Sertifikasi Transpersonal Clinical Hypnotherapy dari lembaga pendidikan seperti Universitas Gadjah Mada (UGM). 

"Hipnosis bukan sekadar tontonan panggung, melainkan disiplin ilmu yang terstandarisasi, berbasis bukti, dan kini mendapat pengakuan penuh dari lembaga akademik bergengsi di Indonesia," ujar Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Keluarga Instruktur Terapi Asosiasi (KITA) Indonesian Hypnosis Centre (IHC) Dr. Fauzan Asmara saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2026). 

Menurutnya, selama ini masyarakat memandang hipnosis hanya sekadar hiburan panggung semata.

Bahkan, ada yang memahaminya sebagai praktik mistis yang jauh dari nalar ilmiah. 

Baca Juga: Tujuh Dusun di Prambanan Terdampak Cuaca Ekstrem, Bangunan Roboh Hingga Pohon Tumbang

"Kerjasama ini untuk mengubah narasi tersebut secara fundamental," imbuhnya. 

Pelaksanaan sertifikasi Transpersonal Clinical Hypnotherapy telah dilaksanakan di Fakultas Psikologi UGM, Minggu (29/3/2026).

Harapannya, praktik hipnosis tidak hanya dipahami sebagai ilmu di dunia akademis dan kompetensi utama hipnoterapis.

Namun, sebagai alat bantu praktis yang bisa menyentuh dan membantu berbagai lapisan masyarakat luas.

"Kami ingin hipnosis bisa bermanfaat untuk seluruh masyarakat dalam mengatasi masalah psikologis harian," bebernya.  

Direktur IHC Avifi Arka Ph.D. mengatakan standar pelatihan hipnoterapis Indonesia bisa naik ke level internasional.

Pengajuan profesional bagi para praktisi hipnoterapis juga akan semakin meluas. 

"Upaya memajukan kesehatan mental masyarakat Indonesia secara holistik dan berbasis sains," imbuhnya. 

Baca Juga: Selain WFH Untuk Hemat Energi, Efisiensi MBG Perlu Dilakukan

Implementasi program ini mencakup tiga pilar utama, yakni pendidikan sertifikasi bagi praktisi, pendampingan riset pada jenjang Doktoral (S3) Ilmu Psikologi hingga aksi pengabdian masyarakat.

Melalui riset di level doktoral, efikasi hipnosis akan diuji secara ketat agar memiliki validitas ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara internasional.

Rencana kolaborasi tersebut telah dimulai sejak tahun 2025 melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., dan Direktur IHC, Avifi Arka, Ph.D. MoU itu merupakan bentuk komitmen institusional yang telah terwujud dalam program sertifikasi tersebut. 

Guru Besar Fakultas Psikologi UGM Prof. Dr. Kwartarini Wahyu Yuniarti mengatakan tujuan kolaborasi adalah memvalidasi praktik hipnoterapi di Indonesia.

Caranya, dengan memadukan metodologi riset di tingkat S3 dengan pengalaman praktis dari IHC. 

"Kita dapat memastikan bahwa pendekatan Transpersonal Clinical Hypnotherapy dikembangkan berbasis bukti dan memberikan kontribusi nyata bagi ilmu psikologi," ujarnya. 

Pelatihan sertifikasi, lanjutnya, menjadi indikator profesionalisme hipnoterapi di Indonesia.

Hipnoterapis kini memiliki landasan akademis yang kokoh untuk berkembang sebagai profesi yang kredibel dan terstandarisasi. (oso) 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Pengobatan psikologis #Pelatihan Sertifikasi Hipnoterapi Klinis Transpersonal #bukti ilmiah #hipnoterapi #Fakultas Psikologi UGM