Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Melihat Aktivitas Lansia di RPSLUT Budi Dharma Giwangan Kota Jogja, Mandiri lewat Kesibukan Membuat Manik-Manik dan Kemoceng

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 19 Maret 2026 | 08:00 WIB

FOKUS: Para lansia penghuni RPSLUT Budi Dharma, Giwangan, Kota Jogja saat membuat karya, Jumat (13/3).
FOKUS: Para lansia penghuni RPSLUT Budi Dharma, Giwangan, Kota Jogja saat membuat karya, Jumat (13/3).

JOGJA - Kisah para lansia di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar (RPSLUT) Budhi Dharma, Giwangan, Kota Jogja mungkin dapat menjadi inspirasi. Mereka tidak ingin berdiam meski sudah berusia senja. Berkarya menjadi pilihan mereka di masa akhir kehidupannya.

Sejumlah lansia tampak sibuk membuat beberapa barang pada Jumat (13/3). Lansia pria membuat kemoceng berbahan plastik rafia. Tangan mereka sangat aktif menyerut tali plastik supaya menjadi lebih halus.

Sebagian lansia juga ada yang memilin tali rafia untuk disambungkan dengan stik sebagai pegangan. Jika sudah selesai, jadilah kemoceng beragam warna. Ada hijau, merah, dan kuning.

Salah satu lansia yang aktif membuat kemoceng adalah Endro Dianto Pratomo. Pria berusia 91 tahun ini mengaku suka membuat kemoceng karena bisa untuk mengisi kegiatan agar tetap produktif.

Meski sudah terbata-bata dalam berbicara, Endro menyebut kegiatan membuat kemoceng bisa mengasah motorik halus. Jari-jarinya bisa terus diajak bergerak meskipun tidak jarang gemetaran. “Sehari saya bisa membuat empat sampai lima kemoceng,” ujarnya.

Sementara lansia wanita memilih membuat gelang berbahan manik-manik. Meski tangan agak bergetar dan mata sudah sayup-sayup, gelang manik buatan mereka tetap indah dan menarik mata untuk melihat.

Siti Mujilah misalnya. Lansia berusia 80 tahun ini sangat suka membuat gelang manik-manik karena menghindarkannya dari kepikunan. Sekaligus mengisi waktu luang di tengah keterbatasan fisik yang sudah semakin menua.

Siti mengaku, kegiatan membuat gelang manik-manik juga membuat dirinya bercengkrama dengan lansia lain yang bernasib sama. Para penghuni RPSLUT Budi Dharma merupakan lansia terlantar. Mereka tidak punya kerabat dan ada yang memang sudah tidak dipedulikan keluarganya. "Saya sudah enam tahun di sini. Seneng banget karena banyak teman,” bebernya.

Dua kegiatan itu merupakan aktivitas sehari-hari lansia RPSLUT Budi Dharma. Panti jompo milik Pemkot Jogja yang dikelola oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) itu aktif memberdayakan lansia untuk berkegiatan.

Kasubag TU UPT RPSLUT Budi Dharma Sedyawati menyampaikan, ada sebanyak 56 lansia terlantar yang menghuni panti tersebut. Para lansia berasal dari berbagai wilayah di Kota Jogja.

 

Dia mengungkapkan, kegiatan membuat kemoceng dan gelang manik-manik menjadi upaya pihaknya untuk menjaga mental para lansia. Di sisi lain juga agar para penghuni panti bisa lebih mandiri lantaran hasil karya mereka bisa dijual kepada pengunjung panti. "Kami juga sediakan etalase khusus karya mereka dengan nama produk Yangtie Yangkung,” jelas Sedyawati.  (inu/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#RPSLUT #Kota Jogja #lansia #Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar #Budhi Dharma #Giwangan #RPSLUT Budhi Dharma #Jogja #Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi