Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pastikan Pasar Tradisional di Jogjakarta Tidak Mati Suri, Menkeu Purbaya Borong Batik di Pasar Beringharjo

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 17 Maret 2026 | 22:08 WIB

RAMAI: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa didampingi Gubernur DIY Hamengku Buwono X saat melakukan kunjungan kerja di Pasar Beringharjo, Jogja, kemarin (17/3).
RAMAI: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa didampingi Gubernur DIY Hamengku Buwono X saat melakukan kunjungan kerja di Pasar Beringharjo, Jogja, kemarin (17/3).

JOGJA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memborong sejumlah batik tulis di Pasar Tradisional Beringharjo, Jogja, Selasa (17/3). Agenda itu sekaligus melaksanakan kunjungan kerja dan memastikan pasar tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak mati.

"Kami mau lihat apa betul pasar-pasar tradisional sudah mati. Ternyata di sini masih ramai dan omzetnya juga tinggi. Di sini bisa sampai Rp 2 triliun," ujarnya Purbaya saat ditemui awak media pascakunjungan di Pasar Beringharjo.


Purbaya didampingi Gubernur DIY Hamengku Buwono X dan segenap jajaran Pemprov DIY. Dua lokasi pasar yang dikunjungi adalah Teras Malioboro dan Pasar Beringharjo. Ia datang sekitar pukul 13.30 dan selesai berkeliling pukul 14.30.


"Pasarnya makin ramai, mudah mudahan ke depan makin ramai lagi kalau ekonominya kami perbaiki terus ke depan," bebernya.


Tak sekadar kunjungan, Purbaya juga melarisi beberapa toko di sana, khususnya toko batik. Ia terlihat memborong beberapa produk batik baik kain, kaos maupun kemeja.


"Saya belanja batik, kain, kaos. Belanja baju satu, baju satu buat istri. Lumayan banyak," paparnya.


Menurutnya, harga batik yang ia beli lebih murah dibandingkan di Jakarta. Ia membeli batik tulis dengan harga sekitar Rp 1 juta per itemnya.


"Karena harganya dibanding Jakarta lumayan bagus ya. Kalau saya lihat di Jakarta kan berapa juta, di sini seperberapanya. Jadi belanja di sini," jelasnya.


Sembari berkeliling, ia mendengar secara langsung suara dan harapan para pedagang. Keluh kesah pedagang yang disampaikan secara langsung kepada Purbaya adalah terkait pinjaman modal.


"Ada beberapa pedagang tadi meminta kalau bisa dikasih pinjaman. Saya tanya ke pengelola, katanya uangnya sudah cukup," ucapnya.


Ia bahkan menawarkan kepada pengelola terkait perlu dan tidaknya anggaran untuk pinjaman. Namun kembali lagi dirinya mendapatkan jawaban sudah cukup.


"Terus saya tawarin perlu lagi nggak? Dia bilang sudah cukup. Ya sudah, mungkin sebagian pedagang belum dapat itu. Ke depan saya pikir akan dapat lebih besar," katanya.


Pasar Beringharjo, baginya merupakan pusat perdagangan di Jogjakarta yang cukup ramai. Namun ia juga mengakui saat ini aspek ekonomi Indonesia baru keluar dari perlambatan sampai triwulan ketiga tahun lalu. Otomatis perputaran uang belum merata.


"Saya pikir tidak mati suri, saya lihat ke Tanah Abang ramai, di sini ramai, di tempat lain juga Bandung saya tanya orang-orang ramai, outlet-outlet ramai. Jadi kelihatannya nggak semati suri yang dibilang oleh para pengamat itu," jelasnya.


Dengan melihat banyaknya kunjungan, ia juga optimistis daya beli di Pasar Beringharjo cukup baik ke depannya. Walaupun belum sekuat seperti yang diinginkan.


Salah seorang pemilik kios baju di Pasar Beringharjo Suhartati mengungkapkan kebahagiaannya karena ada kunjungan langsung dari Menkeu Purbaya sekaligus Gubernur HB X. Walaupun dagangan lapaknya tidak ikut dibeli, ia cukup senang karena kunjungan tersebut dapat meningkatkan kunjungan pasar juga.


"Saya senang bisa ketemu, bahkan salaman dengan Ngarso Dalem dan Pak Purbaya," ujarnya. (*/oso/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Pemprov DIY #Purbaya Yudhi Sadewa #Hamengku Buwono X #beringharjo #menteri keuangan #gubernur diy