Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sound Horeg Berpotensi Ganggu Malam Takbiran, Polresta Jogja Siapkan Langkah Ini untuk Menghalau

Iwan Nurwanto • Selasa, 17 Maret 2026 | 20:38 WIB

Sound horeg mengiringi pawai kemerdekaan di Banyuwangi.
Sound horeg mengiringi pawai kemerdekaan di Banyuwangi.

JOGJA - Fenomena pengeras suara dengan volume tinggi yang dibawa menggunakan mobil atau sound horeg diprediksi menjadi potensi gangguan saat malam takbiran.

Polresta Jogja pun menyiapkan langkah penghalauan di wilayah perbatasan.

Kabag Ops Polresta Jogja Kompol Sumanto mengatakan, gangguan sound horeg kemungkinan berasal dari wilayah luar kota.

Sehingga pihaknya fokus mengawasi kawasan perbatasan. Ini agar tidak masuk ke wilayah perkotaan.

Manto sapaannya menyampaikan, ada 15  titik fokus pengawasan di kawasan perbatasan. Sementara personel yang dikerahkan mencapai 700 orang.

Petugas polisi nantinya akan melakukan upaya penghalauan agar sound horeg tidak mengganggu masyarakat kota.

“Kami akan menghalau agar (sound horeg) putar balik ke wilayahnya masing-masing, supaya malam takbiran di Kota Jogja tetap kondusif,” ujar Manto di Balai Kota Jogja, Selasa (17/3/2026).

Perwira polisi dengan satu bunga melati di pundak itu memastikan, upaya pengamanan malam takbiran akan berlaku hingga tengah malam.

Kemudian dilanjutkan pada pagi hari untuk pengamanan salat Idul Fitri.

Sementara untuk pengamanan salat Idul Fitri pihaknya akan mengerahkan sebanyak 273 personel yang berjaga di 122 titik pelaksanaan salat di Kota Jogja. Lokasinya berada lapangan dan masjid.

“Pascapelaksanaan salat Id, pengamanan akan bergeser ke destinasi wisata seperti Malioboro dan Grebeg Syawal,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Jogja Ahmad Shidqi menyampaikan, berdasarkan catatan ada sebanyak 205 titik pelaksanaan salat Idul Fitri di Kota Jogja.

Dari jumlah tersebut, 153 titik sudah mengajukan pelaksanaan salat di tanggal 20 Maret 2026. Kemudian 52 lokasi masih menunggu keputusan pemerintah.

“Ada 153 yang sudah mengajukan pelaksanaan salat Ied di hari Jumat atau mengikuti keputusan Muhamadiyah,” terangnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#menghalau #Polresta Jogja #sound horeg #malam takbiran