Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dongkrak PAD, Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat Desak Pemkot Matangkan Regulasi Homestay 

Iwan Nurwanto • Senin, 16 Maret 2026 | 07:30 WIB

 

Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat.
Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat.

JOGJA – Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat mendorong Pemkot Jogja mematangkan regulasi terkait penginapan dan homestay.

Hal ini untuk menutup celah pajak dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Sinarbiyat mengatakan, tingginya kunjungan pariwisata berdampak pada semakin meningkatnya kebutuhan wisatawan terhadap akomodasi.

Kondisi itu juga berdampak baik bagi pendapatan daerah karena okupansi hotel semakin tinggi.

Namun di kondisi saat ini, banyak wisatawan yang beralih menginap dari hotel ke homestay atau pondokan harian. Hal tersebut dipengaruhi  banyak faktor.

Bisa masalah biaya, privasi, atau penuhnya okupansi hotel saat masa libur panjang.

Sehingga wisatawan mencari alternatif tempat menginap.

Seiring dengan perubahan perilaku tersebut, Sinarbiyat menyoroti adanya celah regulasi yang berpotensi merugikan daerah.

Sebab berdasar hasil pengawasannya banyak penginapan yang secara operasional berfungsi seperti hotel. Namun secara izin berstatus pondokan.

Politisi Partai Gerindra itu menilai, hal tersebut dapat merugikan pemerintah dalam hal mencari PAD.

Lantaran jika homestay tidak terdaftar sebagai usaha penginapan atau hanya masuk kategori pondokan maka bebas dari wajib pajak.

“Sekarang wisatawan bergeser ke homestay. Mereka merasa lebih terjaga privasinya. Pemerintah kota perlu mulai memperhatikan regulasi apa yang sekiranya bisa menjangkau sektor ini, sehingga PAD dari sektor pajak bisa meningkat tanpa mematikan usaha masyarakat," ujar Sinarbiyat, Minggu (15/3/2026).

Selain itu, Sinarbiyat juga mendorong agar ada langkah strategis dari pemkot dalam menjaga citra Jogja sebagai destinasi wisata yang ramah dan nyaman.

Apalagi di masa libur panjang Lebaran seperti sekarang.

Dia mengaku, kerap mendapatkan keluhan dari kolega luar daerah terkait kemacetan di kawasan ring satu Malioboro.

Sinarbiyat menekankan bahwa kawasan sekitar Malioboro seperti Jalan Brigjen Katamso hingga Jalan Sultan Agung perlu manajemen lalu lintas yang lebih efektif.

Menurutnya, kenyamanan wisatawan dan pemudik adalah taruhan bagi reputasi Yogyakarta.

Sinarbiyat tak ingin muncul anggapan bahwa Kota Jogja sekarang sudah tidak lagi nyaman hanya karena permasalahan macet.

Baginya, penataan lalu lintas merupakan kebutuhan mendesak untuk menjaga citra positif kota pariwisata.

"Kita harus mengurai ini agar wisatawan merasa disambut dengan ramah, tenang, dan nyaman, seperti Jogja yang mereka kenal dulu," tambahnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#regulasi #dprd kota jogja #penginapan #pendapatan asli daerah #wisatwan #PAD #pergeseran #homestay