RADAR JOGJA - Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah kembali diadakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY. Kali ini menyasar warga di Padukuhan Pelem 1, Kalurahan Baturetno, Banguntapan, Bantul. Anggota Komisi D DPRD DIY Tustiyani menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Tusti menyatakan, sosialisasi beasiswa pendidikan menengah harus dilakukan. Khususnya cara pengajukan beasiswa yang bersumber dari dana keistimewaan (danais) harus diketahui masyarakat. “Pengajuan beasiswa dilakukan melalui sekolah dan diajukan ke dinas,” ujar Tusti saat sosialisasi pada Kamis (12/3).
Dalam kesempatan itu, dia menyoroti ijazah yang belum diambil di sekolah. Pemda DIY menyiapkan bantuan melalui beasiswa jaminan kelangsungan pendidikan (JKP). Tusti mengatakan, beasiswa JKP diprioritaskan bagi siswa SMA/SMK lulusan 2017 hingga 2024. Beasiswa JKP diarahkan membantu siswa yang belum mengambil ijazah karena keterbatasan biaya,
Di depan para orang tua dan pemangku kepentingan yang menjadi peserta sosialisasi,. Tusti juga meminta maaf. Selama dua tahun terakhir ini ada keterbatasan anggaran pemerintah. Karena itu, kalau belum semua permohonan bisa ditindaklanjuti, Tusti meminta agar bersabar. “Mohon bisa dimaklumi kondisi kemampuan keuangan negara saat ini,” ucap perempuan pertama yang menjabat ketua DPRD Bantul ini.
Di samping beasiswa JKP, ada program lainnya yang bisa membantu siswa SMA/SMK. Ada dua jenis beasiswa yang dapat mendukung keberlangsungan proses belajar di sekolah. Keduanya adalah beasiswa Kartu Cerdas (Karcer), dan beasiswa Retrieval. Beasiswa JKP ditujukan bagi alumni SMA/SMK swasta di DIY yang masih memiliki tunggakan biaya administrasi sekolah. Mereka berasal dari keluarga tidak mampu.
Sedangkan beasiswa Karcer diberikan kepada siswa SMA/SMK di DIY yang berasal dari keluarga kurang mampu. Adapun beasiswa Retrieval diberikan kepada lulusan SMP sederajat di DIY yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA/SMK atau mengalami putus sekolah.
Tujuan beasiswa itu guna menjamin keberlangsungan belajar peserta didik dari keluarga kurang mampu. Atau keluarga miskin dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pendidikan menengah. Beasiswa tersebut dinilai Tusti sangat penting. Bisa dipakai untuk kebutuhan sekolah, transport siswa dan kebutuhan lainnya. (kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita