Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Kemacetan Libur Lebaran, Mulai Akhir Pekan Kawasan Sumbu Filosofi Jogja Bebas dari Bus Pariwisata

Iwan Nurwanto • Kamis, 12 Maret 2026 | 15:07 WIB

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (12/3/2026).
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (12/3/2026).

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengambil langkah ekstrem untuk mengurangi kemacetan di jantung kota.

Yakni pelarangan bus pariwisata untuk melintas di kawasan sumbu filosofi selama masa libur panjang lebaran.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, kebijakan tersebut akan berlaku mulai Sabtu (12/3/2026).

Implementasinya dengan beberapa skema rekayasa lalu lintas.

Misalnya, jika ingin menuju destinasi wisata Taman Pintar, Malioboro, atau Titik Nol Kilometer bus pariwisata wajib menempatkan kendaraan di TKP Ngabean.

Wisatawan bakal disediakan transportasi pendukung jika ingin menuju destinasi wisata tersebut.

Sementara bus pariwisata yang berasal dari arah timur dibagi dua jalur.

Pertama, sebagian diarahkan ke TKP Ngabean lewat rute Pojok Beteng Wetan dan Pojok Beteng Kulon.

Lalu opsi kedua diarahkan parkir ke Menara Kopi melalui Simpang Empat Gondomanan.

Sehingga satu-satunya jalur menuju Malioboro hanya melalui Jalan Mataram.

“Sehingga cita-cita saya, supaya bus itu tidak melintas di Titik Nol. Insya Allah bisa kami laksanakan mulai tanggal 14 besok,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (12/3/2026).

Mantan Bupati Kulon Progo periode 2011-2016 dan 2017-2019 itu menegaskan, kebijakan tersebut bertujuan agar kawasan Malioboro dan sekitarnya tidak mengalami stagnasi kendaraan.

Sekaligus menjadi bagian membebaskan TKP Senopati yang selama ini menjadi kantong parkir bus pariwisata.

Hasto menyebut, bus-bus pariwisata yang melintasi Jalan Panembahan Senopati merupakan biang kemacetan di kawasan jantung kota.

Sehingga di masa libur lebaran TKP Senopati hanya digunakan sebagai kantong parkir kendaraan angkutan kecil dan mobil pribadi.

“Ini juga menjadi bagian kami dalam antisipasi parkir liar, karena Jalan Senopati kalau untuk roda empat kecil bisa ditata dengan tertib,” jelas Hasto.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja Agus Tri Haryono menyampaikan, tata kelola parkir bus wisata menjadi strategi penting untuk pelestarian kawasan sumbu filosofi.

Sekaligus dapat menjaga keberlanjutan sistem mobilitas dan pariwisata kota.

Menurut Agus, kehadiran bus pariwisata cukup sangat berdampak pada kelancaran mobilitas.

Kemudian juga berpengaruh terhadap kualitas kawasan dan keberlanjutan aktivitas ekonomi pariwisata.

“Salah satu tekanan terbesar datang dari pergerakan lalu lintas, khususnya bus pariwisata,” bebernya belum lama ini. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kemacetan Jogja #libur lebaran #bus pariwisata #Malioboro #Sumbu Filosofis