JOGJA - Momentum Ramadan kembali menjadi harapan bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mendongkrak pendapatan. Namun di tengah kondisi ekonomi tahun ini yang dinilai belum sepenuhnya pulih, para pedagang juga harus menghadapi tantangan lain; cuaca yang kerap diguyur hujan deras pada siang hingga sore hari menjelang waktu berbuka puasa.
Kondisi itu turut memengaruhi aktivitas jual beli di sejumlah Pasar Ramadan di Jogjakarta. Salah satunya dirasakan oleh pedagang es buah dan aneka minuman di Pasar Ramadan Karangmalang Vina Larasati. Ia mengaku hujan yang sering turun menjelang waktu berbuka membuat jumlah pembeli berkurang.
"Sebenarnya pembelinya lumayan ramai. Tapi beberapa hari sering hujan deras saat mau buka puasa, jadi pembeli agak berkurang," kata Vina saat ditemui di lapaknya, Minggu (8/3).
Meski demikian, ia tetap bersyukur karena Pasar Ramadan masih menjadi peluang untuk menambah pemasukan dibanding hari-hari biasa. Namun, menurutnya, kondisi ekonomi yang sedang kurang ideal juga membuat pembeli lebih berhati-hati dalam berbelanja.
"Sekarang banyak yang beli secukupnya saja. Kalau dulu kadang langsung beli banyak, sekarang lebih pilih-pilih. Apalagi kala hujan, orang kadang malas keluar mungkin," ujarnya.
Vina menuturkan, saat cuaca cerah ia biasanya mampu menjual sekitar 80 hingga 100 cup minuman dalam sehari. Namun ketika hujan turun, jumlah penjualannya bisa menurun cukup drastis.
"Kalau hujan ya paling jual sekitar 40 sampai 50 cup saja. Itu saya jualan dari jam 4 sore sampai jam 7 malam," jelasnya.
Penuturan lain disampaikan M Hanafi, pedagang donat dan aneka kue yang berjualan di Pasar Ramadan kawasan Pasar Legi Kotagede, Jogja. Ia mengatakan hujan yang turun pada sore hari cukup memengaruhi jumlah pengunjung pasar.
"Kalau cuaca cerah biasanya ramai. Tapi kalau hujan deras, pembeli jelas berkurang. Kadang orang yang tadinya mau datang jadi batal," katanya.
Selain faktor cuaca, Hanafi juga merasakan adanya perubahan perilaku konsumen tahun ini. Menurutnya, pembeli kini cenderung lebih berhitung sebelum membeli makanan berbuka.
"Dibanding beberapa tahun lalu terasa bedanya. Sekarang saya merasa pembeli tidak sebanyak dulu. Mungkin karena Pasar Ramadan juga sekarang makin banyak," tuturnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Hanafi tetap optimistis Pasar Ramadan masih menjadi ruang penting bagi pelaku UMKM untuk menjaga perputaran ekonomi kecil di tingkat lokal.
"Walaupun kondisi ekonomi katanya lagi kurang bagus dan cuaca sering hujan, Ramadan tetap membawa berkah. Yang penting kami tetap usaha," bebernya. (iza/laz)