JOGJA – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah DIY menganugerahkan penghargaan kepada almarhum Muhammad Jazir ASP atas dedikasinya dalam mengembangkan manajemen masjid berbasis pemberdayaan ekonomi umat.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya memajukan ekonomi syariah melalui Masjid Jogokariyan.
Ketua Umum MES DIY Edy Suandi Hamid menyampaikan, almarhum merupakan sosok inovator yang berhasil membumikan konsep ekonomi syariah di tingkat komunitas.
Melalui kepemimpinannya di Masjid Jogokariyan, Jazir menghadirkan model pengelolaan masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi.
“Dalam dua dekade terakhir, ketika wacana ekonomi syariah berkembang di ruang-ruang seminar, ruang akademik, dan kebijakan publik, almarhum Ustaz Jazir telah membuktikan bahwa ekonomi syariah tidak hanya hidup dalam buku dan regulasi, tetapi dapat bertumbuh nyata di tengah masyarakat yaitu di masjid,” kata Edy.
Salah satu terobosan monumental yang diwariskan almarhum adalah prinsip transparansi keuangan masjid serta konsep “saldo infak nol rupiah”, yakni dana umat tidak dibiarkan mengendap, melainkan langsung disalurkan untuk program-program pemberdayaan jemaah.
Baca Juga: Sadis, gegara Cemburu Buta Tiga Remaja Putri di Magelang Tegas Aniaya Pelajar di Bawah Umur
“Dana infaq harus kembali kepada jamaah dalam bentuk program nyata yang dibutuhkah umat,” ujarnya.
Dari prinsip tersebut lahir berbagai program seperti ATM beras bagi warga kurang mampu, bazar dan pasar Ramadan untuk mendukung UMKM, usaha katering komunitas, angkringan jemaah, hingga pengembangan wakaf progresif.
“Beliau membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan hanya tugas regulator, akademisi, tetapi juga tugas takmir masjid, tugas komunitas, tugas setiap umat,” jelasnya.
Ia menambahkan, gagasan wakaf inovatif dan produktif yang dikembangkan Jazir turut menginspirasi banyak pengurus masjid dan penggerak ekonomi syariah, bahkan menjadi rujukan studi bagi tamu dari berbagai daerah dan mancanegara.
Dalam kesempatan itu, MES DIY menetapkan almarhum sebagai “Sang Inovator dan Konseptor Manajemen Masjid”.
Penghargaan tersebut disebut bukan sekadar simbol, melainkan amanah untuk melanjutkan model masjid produktif sebagai arus utama pengembangan ekonomi syariah di Yogyakarta.
Baca Juga: Respons Aksi Anarkisme di Mapolda DIY, Masyarakat Gelar Aksi Budaya Bawa Pesan Perdamaian
MES DIY juga mengajak pengurus masjid, akademisi, pelaku industri halal, lembaga keuangan syariah, serta pemerintah daerah untuk memperkuat jejaring masjid produktif dan mendorong optimalisasi dana sosial Islam demi kesejahteraan umat.
“Mari kita bangun jaringan masjid produktif. Kita dorong wakaf progresif dan jadikan masjid sebagai pusat ekosistem ekonomi syariah,” ajaknya. (wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita