Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keren! Ahli IT Ini Ciptakan Teknologi Baru Kawal MBG untuk Antisipasi Cegah Risiko Keracunan  

Iwan Nurwanto • Jumat, 27 Februari 2026 | 19:45 WIB

 

MELUAS: Sebaran penyaluran makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya menyasar siswa, namun juga tenaga pendidik.
MELUAS: Sebaran penyaluran makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya menyasar siswa, namun juga tenaga pendidik.

JOGJA - Kasus keracunan akibat makan bergizi gratis (MBG) menggugah kesadaran ahli teknologi informasi (IT) di Yogyakarta untuk mengembangkan sistem deteksi dini keracunan makanan.

Namanya Simetris yang merupakan akronim dari Sistem Informasi monitoring dan Evaluasi Ketahanan Pangan Strategis.

IT Development Simetris Fajar Saptono mengatakan, sistem yang dia kembangkan berbasis artificial intelligence (AI) dan internet of things (IoT).

Modelnya berupa pemantauan alur distribusi bahan pangan secara ketat. Mulai dari lahan petani hingga sampai ke piring siswa.

Dia menjelaskan, Simetris juga terintegrasi dengan kelompok wanita tani (KWT) yang selama ini berperan sebagai lumbung pangan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

KWT yang merupakan produsen akan memastikan kesegaran dan keamanan pangan. 

Bukti keamanan pangan nantinya dibuktikan dengan QR Code di setiap kemasan komoditas.

Melalui QR Code tersebut, Simetris menyajikan lokasi lahan, tanggal panen, hingga masa kadaluarsa bahan pangan.

“Teknologi ini memberikan jaminan traceability atau ketertelusuran setiap sayur atau telur yang dipanen dari lumbung mataraman,” ujar Fajar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, informasi alur distribusi bahan pangan dalam program Simetris juga telah dirancang seringkas dan semudah mungkin.

Baca Juga: Link Live Streaming PSBS Biak vs PSIM Jogja Jumat 27 Februari 2026

Bahkan tiap SPPG bisa mengecek KWT di area terdekat untuk memotong rantai tengkulak. 

Dia yakin, upaya tersebut dapat memastikan kesegaran bahan pangan. Sebab jarak distribusi yang lebih pendek atau masih dalam satu area kapanewon dapat memastikan kesegaran dan biaya logistik yang jauh lebih murah.

Lebih dari itu, Fajar mengklaim Simetris juga bisa terintegrasi dengan sistem kamera pengawas berbasis AI untuk memastikan proses memasak benar-benar sesuai prosedur.

Alhasil higienitasnya pun terjaga dari proses distribusi bahan sampai tahap pengolahan.

Dari segi akuntabilitas juga lebih transparan. Simetris dapat mencatat setiap transaksi secara digital dari proses pembelian bahan pangan sampai makanan terdistribusi ke siswa.

“Jika ditemukan satu batch produksi yang bermasalah, sistem akan langsung mengidentifikasi lokasi persebaran makanan tersebut untuk ditarik secara real time,” bebernya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kota Jogja #Mbg #Makan Bergizi Gratis #risiko keracunan #teknologi baru