JOGJA - Pemkot Jogja memastikan konsep penataan trotoar eks kios penjahit di Jalan Prof Dr Sardjito, Terban, telah final dengan penggunaan batu andesit dan penataan kabel fiber optik (fo) bawah tanah.
Penataan ini untuk menghadirkan trotoar yang lebih rapi, nyaman, serta bebas dari kesan semrawut kabel udara hingga potensi kemunculan PKL.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Hasri Nilam Baswari mengatakan, material batu andesit dipilih karena memiliki keunggulan dari aspek estetika dan fungsi.
Pun, batu andesit untuk trotoar dapat meminimalisasi pertumbuhan lumut. Sebab, tidak memiliki celah seperti paving block.
Kemudian dari sisi estetika dapat menegaskan kesan tradisional.
“Kami pilih alternatif ini (batu andesit) agar lebih rapi dan kembali ke arah tradisional sesuai rencana tata ruang,” ujar Nilam di Balai Kota Jogja, Jumat (27/2/2026).
Selain penataan area pejalan kaki, Mantan Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan itu memastikan Jalan Prof Dr Sardjito juga akan bebas dari kabel fo.
Kabel-kabel yang menjuntai di atas jalan raya bakal dibenamkan ke bawah tanah dengan sistem ducting.
Penataan kabel fo dilakukan agar kawasan jalan yang berdekatan dengan area kampus UGM itu bisa lebih rapi.
Disisi lain juga untuk menghilangkan kesan semrawut dari kabel udara di sepanjang jalan.
Untuk antisipasi kemunculan PKL, instansi ini juga telah berkoordinasi untuk pemasangan tiang penghalang kendaraan dan penataan taman.
Pelaksananya oleh dinas perhubungan dan dinas lingkungan hidup.
Perihal pelebaran trotoar, Nilam menyebut belum perlu dilakukan. Sebab di kawasan Jalan Prof Dr Sardjito area pejalan kaki sudah melebihi lebar dua meter.
Hanya memang selama ini tertutup kios-kios penjahit.
Kendati konsepnya sudah matang, dia mengaku belum bisa memastikan pelaksanaan proyek trotoar Jalan Prof Dr Sardjito.
Lantaran saat ini masih fokus untuk pembersihan sisa-sisa material kios.
"Saat ini sedang bersihkan, untuk perbaikan trotoarnya segera kami lakukan,” jelas Nilam.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengungkapkan, dinding-dinding area pejalan kaki di Jalan Prof Dr Sardjito juga bakal dihiasi mural.
Sehingga dapat mendukung keindahan taman di sisi kanan maupun kiri jalan raya.
“Pokoknya jangan dipakai lagi untuk pedagang kaki lima,” tegas Hasto belum lama ini. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita