Para pengurus PD PRIMA DMI Kota Jogja saat berfoto bersama dengan Ketua BAZNAS Kota Jogja Syamsul Azhari dan para peserta pelatihan Islamic Creator & Live Streaming Bootcamp,
JOGJA - Pimpinan Daerah Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PD PRIMA DMI) Kota Jogja tak ingin masjid hanya jadi tempat singgah salat saja.
Tapi harapannya masjid pusat konten positif yang mendunia di bulan Ramadan 2026 ini.
Oleh karena itu, demi mewujudkan hal tersebut, PD PRIMA DMI Kota Jogja menggelar pelatihan bertajuk Islamic Creator & Live Streaming Bootcamp dengan bekerja sama dengan BAZNAS Kota Jogja di Ruang Bima Balikota Jogja, Sabtu (14/2/2026) pagi.
"Kami ingin kegiatan di masjid bisa bermanfaat bagi umat secara luas. Bukan sekadar dokumentasi asal-asalan, tapi kami berikan trik kolaborasi dengan akun-akun ber-followers tinggi agar jangkauan syiarnya makin luas," ujar di sela-sela kegiatan.
Menurut Muhaimin, demi menciptakan konten yang menarik, panitia menghadirkan para praktisi dari Masjid Jogokariyan, yang selama ini dikenal sebagai kiblat manajemen masjid modern.
Para peserta diajari cara menyulap kajian jelang buka puasa, ceramah tarawih, hingga kuliah subuh menjadi konten yang estetik dan menarik di seluruh platform media sosial.
"Kalau dikemas bagus, yang tidak bisa hadir ke masjid pun tetap terinspirasi. Bahkan, kalau dikelola profesional, bisa menghasilkan AdSense. Ini jadi nilai tambah ekonomi bagi remaja masjid," tegasnya.
Di sisi lain, Ketua BAZNAS Kota Jogja Syamsul Azhari berharap melalui pelatih ini para remaja masjid dapat diarahkan supaya fasilitas masjid itu digunakan untuk hal benar.
Sebab menurutnya remaja harus jadi pelopor gerakan masjid yang menarik,
"Takmir sudah siap memfasilitasi, tinggal bagaimana kreativitas anak mudanya," cetusnya. (ayu)