Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bukan Sekadar Salat! Masjid Jogja Didorong Jadi Pusat Konten Positif dan Mendunia

Rizky Wahyu Arya Hutama • Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:50 WIB
 
Para pengurus PD PRIMA DMI Kota Jogja saat berfoto bersama dengan Ketua BAZNAS Kota Jogja Syamsul Azhari dan para peserta pelatihan Islamic Creator & Live Streaming Bootcamp,
Para pengurus PD PRIMA DMI Kota Jogja saat berfoto bersama dengan Ketua BAZNAS Kota Jogja Syamsul Azhari dan para peserta pelatihan Islamic Creator & Live Streaming Bootcamp,
 
 
JOGJA - Pimpinan Daerah Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PD PRIMA DMI) Kota Jogja tak ingin masjid hanya jadi tempat singgah salat saja.
 
Tapi harapannya masjid pusat konten positif yang mendunia di bulan Ramadan 2026 ini.
 
Oleh karena itu, demi mewujudkan hal tersebut, PD PRIMA DMI Kota Jogja menggelar pelatihan bertajuk Islamic Creator & Live Streaming Bootcamp dengan bekerja sama dengan BAZNAS Kota Jogja di Ruang Bima Balikota Jogja, Sabtu (14/2/2026) pagi.
 
Baca Juga: Keberadaan Ikan Sapu-Sapu Ternyata Bisa Dijadikan Alarm Pencemaran Lingkungan
 
Ini agar syiar dari balik mimbar tak lagi sekadar menggema di dalam ruangan, tapi juga meluncur deras di beranda media sosial.
 
Ketua PD PRIMA DMI Kota Jogja Muhaimin menjelaskan, pelatihan ini bertujuan agar seluruh kegiatan masjid terdokumentasi dan terpublikasi dengan apik.
 
Targetnya menyasar para remaja usia 17 hingga 30 tahun yang sudah akrab dengan gawai media sosial. 
 
Baca Juga: Menang Lawan Deltras 3-1, PSS Sleman Kudeta Puncak Klasemen: Gol Menit 90+9 Jadi Penentu
 
"Kami ingin kegiatan di masjid bisa bermanfaat bagi umat secara luas. Bukan sekadar dokumentasi asal-asalan, tapi kami berikan trik kolaborasi dengan akun-akun ber-followers tinggi agar jangkauan syiarnya makin luas," ujar di sela-sela kegiatan. 
 
Menurut Muhaimin, demi menciptakan konten yang menarik, panitia menghadirkan para praktisi dari Masjid Jogokariyan, yang selama ini dikenal sebagai kiblat manajemen masjid modern.
 
Para peserta diajari cara menyulap kajian jelang buka puasa, ceramah tarawih, hingga kuliah subuh menjadi konten yang estetik dan menarik di seluruh platform media sosial. 
 
Baca Juga: HB X: Olahraga DIY Harus Lebih dari Sekadar Podium, Ini Target Besar PON 2028!
 
"Kalau dikemas bagus, yang tidak bisa hadir ke masjid pun tetap terinspirasi. Bahkan, kalau dikelola profesional, bisa menghasilkan AdSense. Ini jadi nilai tambah ekonomi bagi remaja masjid," tegasnya. 
 
Di sisi lain, Ketua BAZNAS Kota Jogja Syamsul Azhari berharap melalui pelatih ini para remaja masjid dapat diarahkan supaya fasilitas masjid itu digunakan untuk hal benar.
 
Sebab menurutnya remaja harus jadi pelopor gerakan masjid yang menarik, 
 
"Takmir sudah siap memfasilitasi, tinggal bagaimana kreativitas anak mudanya," cetusnya. (ayu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#mendunia #konten positif #media sosial #sosial media #masjid